Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

White Australia Policy | Tuan Guru

Sekitar tahun 1840-1850 bangsa India dan Cina mulai masuk ke Australia. Namun dengan ditemukannya emas di Australia (1851), maka mengalirlah orang-orang mendatangi Autralia untuk mencari emas, yang terbanyak adalah orang Cina. Penduduk Australia mendadak berlipat ganda sehingga menimbulkan masalah ekonomi. Setelah emas habis (jumlah emas hanya sedikit), muncul persoalan penyediaan lapangan pekerjaan bagi orang-orang bekas pencari emas yang jumlahnya tidak sedikit. Nampaknya orang Cina lebih rajin dan ulet, hingga orang-orang kulit putih merasa terdesak. Timbullah gerakan White Australia.

Tahun 1855 dikeluarkan undang-undang yang membatasi imigrasi bangsa Cina ke Australia. Pada tahun 1888 bangsa Cina dilarang masuk ke Australia sama sekali. Gerakan White Australia yang mula-mula ditujukan untuk bangsa Cina, akhirnya meluas meliputi seluruh bangsa yang bukan bangsa kulit putih. Tahun 1907 White Australia Policy ditetapkan dengan undang-undang: semua bangsa yang bukan kulit putih dilarang masuk ke Australia. Dasar White Australia Policy ini adalah:

  1. Bangsa Asutralia yang jumlahnya sedikit (± 8.000.000 jiwa) takut jika apabila bangsa Asia yang berjumlah besar akan membanjiri Australia dan mendesak bangsa Australia.
  2. Banga Asia merupakan tenaga yang mura. Banyaknya banga Asia di Australia akan merosotkan taraf hidup banga Australia.
  3. Benua Australia luas dengan jumlah penduduk yang sedikit. Tanah-tanah kosong di Australia akan sangat menarik bangsa Asia yang padat di negerinya.

Pada dasarnya White Australia Policy adalah ketakutan terhadap bangsa Asia. Karena itu jumlah bangsa Australia (kulit putih) harus secepat mungkin diperbesar jumlahnya. Atas dasar inilah, maka pada tahun 1945 diterima rencana imigrasi menteri Calwell yang dikenal sebagai Calwell Plan. Rencana Calwell ini menetapkan imigrasi orang kulit putih ke Australia sejumlah 70.000 orang tiap tahun. Dengan kebijakan ini, menurut Calwell penduduk Australia dalam 50 tahun akan bertambah 4 sampai 5 juta jiwa sehingga Australia akan merasa aman.

Sumber:
Soebantardjo, 1958. Sari Sedjarah Asia-Australia. Jogjakarta: Bopkri