Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Teori Belajar Asosiasi | Tuan Guru

Penelitian tentang belajar secara lebih cermat pada umumnya baru dimulai pada awal abad ke-20. Hermann Ebbinghaus (1913) dan Bryan and Harter meletakkan dasar-dasar eksperimen tentang belajar. Ebbinghaus mengadakan eksperimen tentang “nonsence syllables” (suku-suku kata tidak bermakna) yang dilakukan terhadap dirinya sendiri. Ia menemukan kemampuan mengingat dengan asosiasi verbal dan menemukan pula tentang kurva ingatan dan lupa.

Peletakan dasar teori belajar dari Ebbinghaus mengenai asosiasi verbal dilanjutkan oleh tokoh-tokoh psikologi asosiasi. Para ahli psikologi asosiasi berpandangan berlainan dengan ahli psikologi daya. Menurut psikologi asosiasi, perilaku individu pada hakekatnya terjadi karena adanya perilaku atau hubungan antara stimulus (rangsang) dengan respons (jawab). Individu memerlukan “liur” karena tercium olehnya bau sedap. Berteriak “aduh” karena kakinya terinjak. Contoh ini menggambarkan tentang hubungan stimulus dengan respons.

Jika hal ini dianalogikan dengan materi pembelajaran, misalnya 3 x 4 = 12 atau ibukota Filipina adalah Manila. Dari contoh ini dapat dikatakan 3 x 4 dan ibukota Filipina sebagai stimulus, sedang 12 dan Manila sebagai respons. Dengan membuat kode S untuk stimulus dan R untuk respons, dapat dikatakan bahwa suatu S mempunyai ikatan atau bond dengan R tertentu. Oleh karena itu teori ini dikenal dengan S – R Bond Theory. Belajar menurut teori ini adalah membentuk ikatan atau hubungan antara S – R . Dengan memiliki suatu ikatan S R, misalnya 2 x 3 = 6, jika individu dihadapkan pada S 2 x 3 akan dapat merespon (R) 6. Berbeda halnya dengan yang dimiliki ikatan S – R tersebut, jika ada S 2 x 3 = …? tidak dapat memberi R.

Teori asosiasi ini besar pengaruhnya terhadap proses pembelajaran, terutama sekali berkembang dewasa ini menggunakan alat mekanik dan alat elektronik. Mesin mengajar yang ditemukan oeh Sidney L. Pressey (1926), dikembangkan menjadi Pembelajaran Berprograma atau Programmed Instruction oleh Baron F. Skinner (1954). Bahkan dewasa ini dikenal dengan Pembelajaran Komputer (Computer Assisted Instruction atau CAI). Cara kerjanya berdasarkan pada teori asosiasi.

Teori asosiasi mulai dipopulerkan oleh Edward Lee Thorndike berdasarkan penelitian yang dilakukan tahun 1913. Hasil penelitian Thorndike terutama sekali menekankan pentingnya faktor kesiapan (readiness), latihan (exercise) dan hasil yang menyenangkan (good effect) dalam belajar.

Sumber:
Sumiati & Asra. 2007. Metode Pembelajaran. Bandung: CV. Wacana Prima