Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Strategi Pembelajaran The Company You Keep | Tuan Guru

Strategi pembelajaran The Company You Keep (Mencari Teman Membentuk Kelompok) memperkenalkan gerakan fisik tepat sejak awal dan membantu peserta didik lebih saling mengenal satu sama lain. Aktivitas kelas bergerak dengan cepat dan banyak menyenangkan.

Prosedur penerapan strategi pembelajaran The Company You Keep sebagai berikut:

  1. Guru membuat sebuah daftar kategori yang mungkin tepat dalam sebuah kegiatan untuk lebih mengenal pelajaran yang disampaikan. Kategori-kategori tersebut meliputi:
  1. Bulan kelahiran
  2. Orang-orang yang suka/tidak suka (mengidentifikasi suatu kesukaan, seperti puisi, bermain peran, ilmu pengetahuan, atau komputer)
  3. Kesukaan (mengidentifikasi beberapa hal, seperti buku, lagu, atau makanan)
  4. Tangan yang digunakan untuk menulis
  5. Warna sepatu
  6. Setuju atau tidaknya dengan beberapa pernyataan opini tentang sebuah isu hangat

Guru dapat juga menggunakan berbagai kategori yang secara langsung terkait dengan pelajaran yang diajarkan, seperti:

  • Pengarang favorit
  • Orang-orang yang setuju/tidak setuju (identifikasilah sebuah persoalan yang dikaitkan dengan topik pelajaran Anda)
  • Orang-orang yang tahu/tidak tahu siapa atau apa (identifikasilah orang atau konsep yang dikaitkan dengan topik pelajaran Anda)
  1. Ruangan harus bersih agar peserta didik dapat berkeliling dengan bebas.
  2. Guru menyebutkan sebuah kategori. Peserta didik diarahkan untuk menentukan secepat mungkin semua orang yang akan mereka kaitkan dengan kategori yang ada. Sebagai contoh, para penulis dengan tangan kanan dan penulis dengan tangan kiri (kidal) akan terpisah menjadi dua kelompok, atau orang-orang yang sepakat dengan pernyataan yang akan terpisah dengan orang-orang yang tidak setuju. Jika kategori tersebut berisi lebih dari dua pilihan (misalnya bulan kelahiran peserta didik), siswa diminta berkumpul dengan orang-orang yang menyukai mereka, yang dengan demikian membentuk beberapa kelompok.
  3. Ketika peserta didik telah membentuk kelompok-kelompok yang tepat, mereka berjabatan tangan dengan “teman yang mereka jaga”. Guru mengajak semua untuk mengamati secara tepat berapa banyak orang yang ada di dalam kelompok-kelompok yang berbeda.
  4. Kemudian diteruskan pada kategori berikutnya. Guru menjaga agar peserta didik tetap bergerak dari kelompok ke kelompok ketika diumumkan kategori-kategori baru.
  5. Kumpulkan kembali seluruh kelas. Diskusikan perbedaan peserta didik yang muncul dari latihan tersebut.

Strategi pembelajaran The Company You Keep ini dapat divariasikan penerapannya dengan cara:

  1. Peserta didik diminta agar lebih menentukan seorang yang berbeda dengan mereka daripada orang yang sama. Sebagai contoh, guru mungkin meminta peserta didik untuk  mencari seorang yang mempunyai mata dengan warna yang berbeda dari yang lain (kapan pun tidak ada jumlah peserta didik yang sama dalam kategori-kategori yang berbeda, maka diberikan lebih dari satu orang dari sebuah kelompok untuk berkerumun dengan orang dari kelompok lain).
  2. Peserta didik diajak untuk mengusulkan berbagai kategori.

Sumber:
Silberman, Mel. 2009. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Diterjemahkan oleh Sarjuli dkk. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani dan YAPPENDIS