Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Strategi Lightening The Learning Climate | Tuan Guru

Strategi Lightening The Learning Climate (Mengurangi Suasana Belajar Formal) adalah strategi yang digunakan agar sebuah kelas dengan cepat mencapai suatu iklim belajar informal, tidak mengancam, dengan mengajak peserta didik untuk menggunakan humor kreatif tentang pelajaran secara langsung. Strategi ini hanya mengerjakan itu, dan pada saat yang sama, membuat peserta didik berpikir.

Prosedur penerapan Strategi Lightening The Learning Climate sebagai berikut:

  1. Jelaskan kepada peserta didik bahwa Anda ingin melakukan sebuah latihan pembuka yang menyenangkan dengan mereka sebelum semakin serius tentang materi pelajaran.
  1. Bagilah mereka ke dalam sub-sub kelompok. Berilah mereka sebuah penugasan yang dengan penuh pertimbangan meminta mereka bergembira dengan suatu topik, konsep atau isu penting dalam pelajaran yang Anda ajarkan.

Contoh-contohnya bisa berupa:

  1. Pemerintahan: buatlah outline tentang pemerintah yang paling opresif atau yang tidak bisa dilakukan yang bisa dibayangkan.
  2. Matematika: Kembangkan sebuah daftar cara yang paling efektif untuk mengerjakan perhitungan matematika.
  3. Kesehatan: Ciptakan suatu diet yang sama sekali tidak ada nutrisi/gizi.
  4. Grammar/tata bahasa: Tulislah sebuah kalimat yang berisi kesalahan gramatika sebanyak mungkin.
  1. Ajaklah sub-sub kelompok untuk menyampaikan “kreasi-kreasi” mereka. Berikan applaus atas hasil-hasilnya.
  1. Tanyakan: “Apa yang telah Anda pelajari tentang pelajaran kita dari latihan ini?”

Strategi Lightening The Learning Climate dapat divariasikan dengan cara membuat lelucon mengenai pelajaran dengan kreasi buatan sendiri. Buatlah sebuah pre tes pilihan ganda tentang pelajaran yang kira-kira Anda ajarkan. Tambahkan humor terhadap pilihan-piliahn pertanyaan, mintalah peserta didik memilih jawaban yang mungkin tidak dapat mereka pikir sebagai sesuatu yang benar.

Sumber:
Silberman, Mel. 2009. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Diterjemahkan oleh Sarjuli dkk. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani dan YAPPENDIS