Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Strategi Active Knowledge Sharing | Tuan Guru

Strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing (Berbagi Pengetahuan Secara Aktif) adalah sebuah teknik yang bagus untuk menarik para peserta didik dengan segera kepada materi pelajaran. Guru dapat menggunakannya untuk mengukur tingkat pengetahuan para peserta didik, pada saat yang sama, membentuk beberapa bangunan tim (team building).
Prosedur penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing sebagai berikut:

  1. Guru menyiapkan sebuah daftar pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang diajarkan. Guru dapat menyertakan beberapa atau semua dari berbagai kategori berikut ini:
  1. Kata-kata yang harus didefinisikan (misalnya, pengertian “ambivalen”)
  2. Pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda mengenai fakta atau konsep
  3. Orang-orang yang harus dikenali (misalnya, “siapakah George Washington itu?”)
  4. Pertanyaan-pertanyaan mengenai aksi-aksi yang dapat diambil seseorang dalam situasi-situasi tertentu

Sebagai contoh, seorang guru sejarah dapat memulai suatu pembelajaran tentang abad ke-20 dengan membagi-bagikan kuis berikut ini:

–  Apa yang terjadi pada tahun-tahun berikut ini: 1918, 1929, 1945, 1963, 1984?
–  Identifikasilah tokoh berikut ini:

Mussolini Chamberlain Trostsky Mao

Gorbachev

–  Menurut pendapat Anda, apa peristiwa penting pada abad ke-20?

  1. Guru meminta para peserta didik menjawab berbagai pertanyaan sebaik yang mereka bisa.
  2. Siswa diajak berkeliling ruangan, dengan mencari peserta didik lain yang dapat menjawab berbagai pertanyaan yang tidak mereka ketahui jawabannya. Guru mendorong peserta didik untuk saling membantu satu sama lain.
  3. Seisi kelas dikumpulkan dan diulas jawaban-jawaban yang masuk. Informasi tersebut digunakan sebagai jalan memperkenalkan topik-topik penting di kelas itu.

Penerapan strategi Active Knowledge Sharing dapat dioptimalkan dengan memberi masing-masing peserta didik sebuah kartu indeks. Siswa diminta menulis sebuah informasi yang mereka yakini akurat mengenai materi pembelajaran. Peserta didik diminta bergerak, dengan berbagi apa yang telah mereka tuliss dalam kartu-kartu mereka. Siswa didorong untuk menulis informas baru yang dikumpulkan dari para siswa yang lain. Ketika kelompok sudah penuh, informasi yang terkumpul selanjutnya dibahas.

Sumber:
Silberman, Mel. 2009. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Diterjemahkan oleh Sarjuli dkk. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani dan YAPPENDIS