Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Setan Menggugat | Tuan Guru

Kali ini Tuan Guru menceriterakan tentang suatu percobaan bunuh diri oleh setan yang berhasil digagalkan oleh seorang bijak. Mengapa setan ingin bunuh diri dan mengakhiri hidupnya yang tak berharga itu? Apa yang membuatnya putus asa?

Rupanya setan sangat kesal dan putus asa, karena hak patennya sebagai “penghulu kejahatan” sudah dilengserkan. Banyak kejahatan yang dilakukan oleh manusia justru mengatasnamakan Tuhan. Contoh kasus, seperti pembunuhan yang dilakukan oleh warga suatu desa atas seorang yang dituduh dukun santet. Meskipun belum terbukti kebenarannya, massa beramai-ramai mendatangi dukun tersebut, menyeretnya, lalu membakarnya hidup-hidup sambil berteriak ‘Allahu Akbar!’.

Meskipun tindakan tersebut di atas menyenangkan setan, karena memperburuk citra Tuhan, akan tetapi tetap saja hati kecilnya terusik karena merasa tidak diakui kejahatannya. Tuntutan setan sederhana saja, bahwa ia ingin kejahatan yang terjadi di muka bumi dinisbahkan kepadanya, sebagai hasil karyanya. Ia ingin diakui eksistensinya.

Masalahnya sekarang, banyak manusia yang melakukan kejahatan dengan bakat otodidak. Tanpa diajari setan pun sudah mahir berbuat dosa. Setelah berbuat, barulah berkilah, “maaf, tadi aku khilaf, aku dirasuki nafsu setan.” Sekakan-akan setan diciptakan hanya untuk “dikambinghitamkan” oleh manusia. Ini tidak adil menurut setan. Dia ingin menggugat Tuhan Yang Maha Adil, dengan mengajukan gugatan, bahwa setan hanya melakukan dosa sekali, namun sudah dilaknat oleh Tuhan. Bagaimana dengan manusia yang kejahatannya tak terhitung banyaknya? Namun tetap saja disebut sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna, bahkan masih diberi kesempatan tobat lagi….

Di akhir cerita, orang bijak tersebut memperdaya setan dengan trik ala Aladin. Dia menantang setan yang katanya berubah apa saja, agar menjadi sebutir kacang. Setan pun terpancing, dan begitu berubah menjadi kacang, dengan sigap si orang bijak menangkapnya dan langsung memakannya. He.he.he, rasanya kayak apa ya?

Cerita ini tentu hanya fiktif imajinatif, dan jelas tidak masuk akal. Namun terkadang di balik cerita yang tidak masuk akal itu terdapat pelajaran yang masuk akal. Manusia dengan anugrah akal dan kecerdasannya dapat belajar darimana saja, meskipun dari sebuah komik humor.

Terinspirasi dari komik humor karya Aji Prasetyo (www.klewang.multiply.com)