Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Renaissance dalam Islam | Tuan Guru

Dalam abad-abad sesudah khulafaur rasyidin, Islam sebagai kerajaan dunia mengalami masa kejayaan, tetapi sebagai agama telah kabur dalam aliran dan paham-paham yang semakin lama makin menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad. Karena sumber kekuatan Islam terletak pada agamanya, maka kemunduran dalam hal ini membawa pula kemunduran dalam politik. Hal ini dirasakan oleh beberapa pemimpin Islam yang kemudian menjadi pelopor gerakan renaissance dalam Islam. Pemimpin-pemimpin terbesar adalah:
1.  Muhammad ibn Abdul-Wahab

Pada tahun 1740, Abdul-Wahab memulai seruannya bahwa orang Islam harus kembali kepada ajaran agamanya yang asli sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad, kembali kepada al-Quran dan sunnah. Ia ingin membersihkan agama Islam dari paham-paham yang menyesatkan.
Salah seorang penganut Wahabi yang pertama ialah Muhammad ibn Su’ud, syekh dari Dariyah di Najd. Sejak itu keturunan Su’ud menjadi pendukung dan kekuatan politik kaum Wahabi. Gerakan Wahabi kemudian meluas dan berhasil merebut Mekah dan Madinah (1803 – 1806) dari tangan Turki. Namun akhirnya dapat ditindas oleh Muhammad Ali dari Mesir selaku pasha dari Turki (1818). Dariyah, pusat kaum Wahabi dihancurkan. Selanjutnya kaum Wahabi mendirikan kota pusat baru, Riyadh.

2.  Sayid Ahmad Khan

Sayid Ahmad Khan adalah pelopor gerakan modernisme dalam Islam. Ia menganjurkan modernisme pendidikan Islam sesuai dengan zamannya, dengan tidak meninggalkan sifat dan azas keIslamannya.

3.  Jamaluddin al-Afghani
Ia menganjurkan agar umat Islam maju dengan memanfaatkan alam pikiran modern dan membentuk persatuan seluruh umat Islam di bawah satu pemerintahan Islam pusat. Ini dapat dicapai jika imperialisme Barat yang merintangi kemajuan Islam dapat dilenyapkan. Jalan terbaik untuk melenyapkan imperialisme Barat ialah melalui revolusi. Jamaluddin al-Afghani menjadi pelopor gerakan Pan-Islamisme. 4.  Muhammad Iqbal

Beliau adalah seorang ahli filsafat dan penyair Islam modern yang terkenal. Ia menganjurkan agar umat Islam memperkokoh dasar keagamaannya dan merasionalkannya dengan tidak mengurangi nilai keagamaannya.

5.  Muhammad Abduh

Muhammad Abduh menganjurkan supaya umat Islam tidak terlalu memegang teguh legalisme, tetapi merumuskan ajaran Islam menurut alam pikiran modern. Pendidikan Islam yang berkualitas harus diutamakan.

Sumber:
Soebantardjo, 1958. Sari Sedjarah Asia-Australia. Jogjakarta: Bopkri