Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Reformasi di Inggris | Tuan Guru

Reformasi bukan hanya terjadi di Jerman, tetapi juga meluas ke Inggris, Denmark, Swedia, Swiss, Perancis, dan negara Eropa lainnya. Reformasi di Inggris terjadi pada masa pemerintahan raja Henry VIII. Sebab-sebab terjadinya reformasi di Inggris adalah:

  1. John Wycliff (dari Inggris) telah merintis kritikan terhadap keadaan gereja pada abad ke-14 dan 15.
  2. Tidak senang melihat kekayaan Inggris berupa pajak agama mengalir ke Roma.
  3. Bersamaan munculnya gerakan nasionalisme di Inggris.
  4. Masalah pribadi raja Henry VIII yang ingin menceraikan istrinya Catharina dari Arragon, tetapi ditolak oleh Paus.

Penolakan Paus terhadap permohonan raja Henry VIII tersebut dipakai sebagai alasan untuk memutuskan hubungan dengan Roma. Raja mengeluarkan akta supremasi yang mengatakan bahwa raja Inggris adalah Kepala Gereja Inggris. Agamanya disebut Anglikan. Uskup Cartenbury mengesahkan perkawinan Raja dengan Anna Boleyn. Dari perkawinan tersebut lahirlah putri Elizabeth yang dalam periode selanjutnya menjadi ratu Inggris yang kuat pemerintahannya.

Di Inggris tidak semua raja sesudah Henry VIII (1509-1547) menganut agama Protestan Anglikan. Pada masa pemerintahan anaknya, Eduard VI (1547-1553) yang baru berusia 9 tahun, agama Anglikan ditinggalkan. Pada masa kakak Eduard VI memerintah, Mary Tudor (1553-1558) berusaha mengembalikan agama Khatolik Roma. Banyak orang Protestan Inggris melarikan diri ke Jerman atau ke Geneva, dan setelah kembali ke tanah air mereka lebih gigih memperjuangkan ajaran Protestan.

Mary Tudor melangsungkan perkawinan dengan raja Spanyol, Philip II. Perkawinan ini dilangsungkan atas saran Kaisar Charles V untuk menyatukan Inggris dengan Belanda dan Spanyol. Perkawinan tersebut membuat nama Mary sangat tidak populer di Inggris. Setelah Mary meninggal tanpa keturunan, adiknya berbeda ibu, yaitu Elizabeth menggantikannya sebagai ratu. Di bawah Ratu Elizabeth, Anglikanisme dikembalikan.