Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Psikotes untuk Penentuan Kelas Siswa | Tuan Guru

Kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu.

Kecerdasan dapat dibagi dua yaitu kecerdasan umum dan kecerdasan spesifik, tetapi pada dasarnya kecerdasan dapat dipilah-pilah. Menurut L.L. Thurstone pembagian kecerdasan dapat dibagi dalam spesifikasi sebagai berikut:

  1. Pemahaman dan kemampuan verbal
  2. Angka dan hitungan
  3. Kemampuan visual
  4. Daya ingat
  5. Penalaran
  6. Kecepatan perseptual

Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Selain tes IQ dikenal juga Tes Psikologi atau Psikotes, yaitu tes untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes dapat berbentuk tertulis, visual, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. Tes ini dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun dewasa.

Dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan, maka sangat ditekankan untuk memperlakukan peserta didik sesuai dengan potensi dan karasteristiknya. Dalam upaya tersebut sekolah perlu dilengkapi data selain data akademik juga data psikologis berupa intelegensi (kecerdasan). Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh para guru dan orang tua dalam mengarahkan/memberi bantuan secara tepat, menentukan metode pembelajaran sesuai dengan irama kemampuan siswa. Dengan demikian diharapkan siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka SMPN 6 Sengkang sejak tahun 2005 silam telah menjalin kerja sama dengan Biro Instrumentasi Bimbingan dan Konseling Pendidikan (BIBKP) Makassar dalam pelaksanaan Tes Psikologi bagi seluruh siswa kelas VII. Hasil tes tersebut dijadikan dasar untuk penetapan kelas siswa. Dengan demikian siswa menempati kelas sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing sehingga memudahkan sekolah dalam melakukan pembinaan yang spesifik dan proporsional.