Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu
uwaisal-qarni

Profil “Artis Langit” | Tuan Guru

uwaisal-qarni

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “artis” didefinisikan sebagai ahli seni; seniman, seniwati (seperti penyanyi, pemain film, pelukis, pemain drama). Karena artis umumnya menjadi publik figur yang terkenal atau masyhur, maka disebut juga selebriti. Kaum selebriti memiliki banyak pengagum, tindak-tanduknya selalu menjadi buah bibir, kedatangannya ditunggu-tunggu, dan tanda tangannya diperebutkan para fansnya.

Dalam dunia hakikat, artis atau selebriti ini dibagi atas 2 macam, yaitu Artis Bumi dan Artis Langit. Artis Bumi terkenal di bumi, tapi tidak terkenal di langit. Sedangkan Artis Langit termasyhur di langit, namun seringkali tidak dikenal di bumi.

Siapakah selebriti langit itu?

Mereka adalah orang-orang yang masih hidup di dunia, namun selalu menjadi bahan perbincangan penduduk langit (para malaikat dan para kekasih Allah yang sudah meninggal). Karena ibadahnya yang luar biasa, para malaikat pun terkagum-kagum dan Allah SWT membangga-banggakan hamba-Nya tersebut di hadapan para malaikat. Atau dengan kata lain, mereka terkenal karena mampu melakonkan skenario Sang Sutradara (Allah) dengan baik. Karena aktingnya luar biasa, para penonton terkagum-kagum dan senantiasa membicarakan kehebatannya.

Seringkali Artis Langit tidak terkenal di dunia. Kita tentu masih ingat kisah Uwais al Qarni, seorang pemuda Yaman yang dikenal sebagai penggembala domba. Rasulullah berpesan kepada para sahabatnya, “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia (Uwais al Qarni), mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”. Para sahabat heran, siapakah gerangan Uwais al Qarni ini, sehingga Rasulullah memerintahkan mereka agar minta didoakan olehnya?

Ketika Uwais al Qarni meninggal, masyarakat kota Yaman gempar. Banyak terjadi hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.

Rupanya mereka yang datang dengan jumlah sedemikian banyaknya itu adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa Uwais al Qarni ternyata ia tak terkenal di bumi tapi terkenal di langit.

Apa keutamaan Uwais al Qarni sehingga beliau mendapat kedudukan istimewa di sisi Allah? Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang tua renta dan lumpuh. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya. Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.

Uwais al Qarni adalah salah satu profil Artis Langit. Ada banyak Artis Langit dengan peran yang bermacam-macam. Uwais al Qarni terkenal sebagai pemeran anak yang berbakti pada orang tua, Artis Langit lainnya ada yang terkenal karena perannya yang bagus sebagai orang kaya yang dermawan, sebagai pemimpin yang adil, sebagai istri yang berbakti pada suami, sebagai pemuda yang menghabiskan usia mudanya untuk beribadah, sebagai orang berilmu yang mengamalkan ilmunya dengan ikhlas, sebagai orang yang menjaga lisannya, sebagai orang yang menjaga hatinya dari iri dan dengki, dan lain-lain sebagainya.

Kesimpulannya, kita semua dapat saja menjadi Artis Langit asal dapat berakting bagus sesuai dengan tuntutan skenario yang telah digariskan Sang Sutradara. Hanya sering kita tidak mau mengikuti skenario, kita ingin mengambil peran lain dari yang sudah ditentukan. Celakanya lagi, bahkan sering kita ingin berganti peran menjadi Sutradara!!!? Astaghfirullah, pantas kita menjadi artis yang tak laku-laku, tidak laku di bumi dan tidak laku di langit. Renungkanlah, semoga beruntung!

——- Tuan Guru ——-

Artikel Terkait
  Kisah Gagal Para Calon Anggota Legislatif 2009
  Sejarah Tahun Baru Masehi; Renungan Bagi Umat Islam
  Renungan; Jika Ingin Sehat Harus Punya Banyak Uang
  Persoalan Etika Moral dalam Perspektif Islam
  Peran Guru Sebagai Pembangun Insan Cendekia
  Ucapan “Alhamdulillah” yang Menyakitkan Hati
  Pertanyaan di Hari Kiamat
  Fakir adalah Orang Paling Kaya
  Menyambut Tamu Istimewa di Bulan Ramadhan
  Ramadhan = Ujian Kenaikan Kelas
  Masih Perlukah Diadakan Rapat Kenaikan Kelas?
  Aku Dipuji, Aku Tertipu !
  Memahami Konsep “Lukisan” dan “Sang Pelukis”
  Pilih Tunjangan Sertifikasi atau Sehat?
  Hai, Orang-orang Yang Beriman, Bunuhlah Dirimu !