Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Potret Guru Bersih di Ibukota | Tuan Guru

Pak Amri mengajar di salah satu SMP di ibukota propinsi berpeluang punya penghasilan tambahan yang lumayan gede, maklum orang tua siswa di kota besar cenderung menilai hasil kerja dengan finansial. Pak Amri kerap menolak pemberian ampauw dari orang tua murid sebagai ucapan terima kasih melihat kemajuan anaknya. Meski rejeki nomplok, Pak Amri menolak, khawatir ada udang di balik ampauw.

Sehari-hari Pak Amri ke sekolah mengendarai Shogun merahnya. Motor yang sebenarnya masih terbilang baru mulai terlihat butut, kelihatan kalau jarang diservis. Ketika masuk komplek BTN bunyinya cukup mengusik ketenangan warga. Suara krosak-kresek rantai plus bunyi decit kampas remnya laksana kereta api tua. Seorang sahabat pernah menyampaikan ke Pak Amri, “Pak, motor itu titipan Tuhan. Semua makhluk yang diamanahkan kepada kita memiliki hak atas diri kita. Udah, dipake cari duit, kok gak diservis?” Pak Amri Cuma terdiam.

Pak Amri adalah sosok yang mencoba bertahan dengan gaji bersih untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya. Biaya hidup yang tinggi di kota besar tidak membuatnya terperdaya untuk melakukan praktik kotor. Namun beliau juga bukan manusia super yang mampu memenuhi seluruh keperluan hidup. Perjuangannya memenuhi kebutuhan pokok keluarga membuatnya abai terhadap kesehatan motornya. Istrinya pernah menyarankan agar suaminya cari obyekan di luar jam mengajar. Tapi Pak Amri tidak mau tugas pokoknya terganggu lantaran sibuk bisnis UMG (Usaha Menambah Gaji). Inilah potret hidup seorang guru bersih yang mengajar di kota besar.

——- Tuan Guru ——-

Artikel Terkait
  Dapodik, Kau Menguji Kesabaranku !
  Ternyata Sistem Barcode Cuma Isapan Jempol Belaka !
  UN Jujur vs Jiwa Corsa
  Nak, Belajarlah dari TNI, bukan pada Politisi !
  Guru Profesional adalah Guru yang Pintar Sulap
  Haruskah Siswa Lulus 100% dalam UN?
  Sulitnya Guru Punya Rumah Idaman
  Banyak Guru Menderita Penyakit Amnesia
  Guru Harus Menjadi Sutradara yang Baik
  Pilih Tunjangan Sertifikasi atau Sehat?
  Sandy, Korban Praktek Mafia Pendidikan
  Evaluasi Bukan untuk Menghakimi Siswa