Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu
nerakaislam

Pertanyaan di Hari Kiamat | Tuan Guru

nerakaislam Dikabarkan bahwa pada hari kiamat seseorang didatangkan dan ditanyakan kepadanya, “Apa yang menghalangimu untuk beribadah kepada-Ku?” Dia menjawab, “Engkau telah memberikan cobaan kepada kami dengan urusan-urusan yang membuatku sibuk.” Kemudian didatangkan Nabi Yusuf yang rajin beribadah dan dikatakan kepada orang tadi, “Apakah engkau lebih sibuk dibanding Yusuf?” Dia menjawab, “Dia lebih sibuk.” Kemudian dikatakan kepadanya, “Mengapa dia tidak terhalang untuk beribadah kepada-Ku?”

Kemudian didatangkan orang kaya dan dikatakan kepadanya, “Apa yang menghalangimu untuk beribadah kepada-Ku?” Dia menjawab, “Aku dikaruniai banyak harta kekayaan, sehingga ingatanku terfokus ke sana.” Kemudian didatangkan Nabi Sulaiman dan dikatakan, “Apakah engkau lebih kaya dari Nabi Sulaiman?” Dia menjawab, “Nabi Sulaiman lebih kaya.” Kemudian dikatakan, “Mengapa dia tidak terhalangi untuk beribadah kepada-Ku?”

Kemudian didatangkan orang sakit dan dikatakan kepadanya, “Apa yang menghalangimu untuk beribadah kepada-Ku?” Dia menjawab, Ya Allah, Engkau telah memberiku penyakit.” Didatangkanlah Nabi Ayyub dan dikatakan, “Apakah kesulitanmu lebih berat dari orang ini?” Dia menjawab, “Nabi Ayyub lebih berat.” Kemudian dikatakan, “Mengapa dia tidak terhalangi untuk beribadah kepada-Ku?

Anak-anakku, sebelum pertanyaan ini sampai kepadamu, maka kubertanya kepadamu sekarang, “Apa yang menghalangimu untuk beribadah kepada Allah?”

Dalam hal ibadah, tidak ada uzur atau alasan yang dapat dipakai untuk menyelamatkan kita. Tidak ada orang yang dapat dikambinghitamkan atas kelalaian kita. Bahkan ketika kita mengaku bahwa semua itu terjadi karena godaan iblis yang menyesatkan, maka iblis akan berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri atas kejahatan yang kamu lakukan. Itu terjadi karena kebodohanmu sendiri, sesungguhnya aku lebih takut akan azab Allah SWT. dibanding dirimu.”

Hendaklah kalian renungkan hal ini. Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina ‘adzaban naar.

——- Tuan Guru ——-

Artikel Terkait
  Guru Tidak Bermutu adalah Penikmat Kezaliman
  Sekolah “Palsu” Pembuat “Ijazah Palsu”
  Majas + Bisa = Majas Berbisa
  Kisah Gagal Para Calon Anggota Legislatif 2009
  Sejarah Tahun Baru Masehi; Renungan Bagi Umat Islam
  Renungan; Jika Ingin Sehat Harus Punya Banyak Uang
  Kapan Guru Menjadi “Guru Dewasa”?
  Persoalan Etika Moral dalam Perspektif Islam
  Peran Guru Sebagai Pembangun Insan Cendekia
  Ucapan “Alhamdulillah” yang Menyakitkan Hati
  Profil “Artis Langit”
  Fakir adalah Orang Paling Kaya
  Menyambut Tamu Istimewa di Bulan Ramadhan
  Ramadhan = Ujian Kenaikan Kelas
  Aku Dipuji, Aku Tertipu !