Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Perkembangan Reformasi | Tuan Guru

Reformasi yang semula hanya menentang penjualan surat pengampunan dosa, selanjutnya meningkat pada pengingkaran kekuasaan Paus dan Dewan Gereja. Tahap-tahap perkembangan reformasi dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Pada tahun 1517, reformasi dimulai oleh Martin Luther dengan menempelkan plakat berisi 95 dalil di pintu gerbang gereja Wittenberg, Jerman. Dalil-dalil tersebut ditulis dalam bahasa Latin dan berisi tantangan bagi para teolog untuk berdebat dengannya.

Menurut Martin Luther, dosa-dosa manusia hanya dapat diampuni dengan pengampunan Tuhan. Karena itu Martin Luther menyerang perdagangan surat pengampunan disa tersebut. Menurutnya, perbuatan gereja menjual surat pengampunan disa adalah tidak pada tempatnya dan sia-sia. Martin Luther juga menolak keharusan membujang bagi seorang pendeta.

Akibat 95 dalil Martin Luther, ia dipanggil oleh utusan Paus pada tahun 1518 di Augsburg diminta untuk menarik pernyataannya, tetapi Martin Luther menolak.

2. Tahap kedua, pada tahun 1520, Martin Luther menerbitkan pamflet yang menyerang 2 golongan. Golongan pertama adalah golongan spiritual, terdiri dari Paus, para Uskup, pendeta dan rahib. Golongan kedua disebut golongan temporalm terdiri atas para raja, tuan tanah, pengrajin, dan petani. Dijelaskan oleh Martin Luther bahwa pembagian itu adalah suatu kebohongan yang dibuat-buat. Menurut Martin Luther, seluruh orang Kristen sebenarnya masuk golongan spiritual karena pembabtisan dan Injil.

Karena ajaran-ajaran Luther, maka pada akhir tahun 1520 Paus Leo X (1513-1521) mengumumkan bahwa ajaran Luther adalah salah. Tetapi surat Paus dibakar oleh Luther. Paus kemudian menjatuhkan hukuman pengucilan terhadap Luther.

Demikian halnya Kaisar Charles V, juga memutuskan agar Luther menarik kembali pernyataannya. Luther dianggap musuh negara dan siapapun diperbolehkan untuk membunuhnya. Tetapi Luther telah mendapat pendukung yang banyak, bahkan mendapat perlindungan raja Frederick dari Sakson. Martin Luther dibawa ke Watburg di mana Luther menerjemahkan buku Injil ke dalam bahasa Jerman.

3. Kaisar Charles V tidak dapat mengatasi gerakan Protestan di Jerman, maka pertikaian pendapat di Jerman diselesaikan secara kompromi dengan ketentuan Augsburg (1555) yang isinya bahwa tiap-tiap raja bawahan berhak menentukan agamanya dalam wilayah masing-masing, maka resmilah agama Protestan.

Ajaran Martin Luther (Protestan) akhirnya meluas ke negara-negara Eropa. Reformasi merambah ke Inggris, Denmark, Swedia, Norwegia, Swiss, Perancis, dan negara Eropa lainnya.