Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Perkembangan Liberalisme pada Abad ke-19 Hingga Abad ke-20 | Tuan Guru

Paham liberalisme yang berkembang di Eropa pada abad ke-19 mencakup bidang ekonomi dan politik. Dalam bidang ekonomi menghendaki agar pemerintah tidak campur tangan di bidang usaha dan perdagangan. Paham ini menentang proteksi maupun monopoli. Dalam bidang politik, liberalisme memperjuangkan hapusnya hak istimewa suatu golongan. Paham ini berjuang agar kekuasaan raja dibatasi oleh undang-undang. Juga menhendaki kebebasan beragama, kebebasan mengeluarkan pendapat dan kebebasan pers. Paham liberalisme di bidang ekonomi bersamaan munculnya dengan revolusi industri di Inggris pada anad ke-18. Dari Inggris paham liberalisme tersebar meluas ke negara-negara di daratan Eropa sejak abad ke-19, karena pada abad tersebut negara-negara Eropa Barat mulai membangun industrinya, seperti Belgia, Perancis, Belanda, Jerman, dan Italia.

Politik perdagangan bebas dan liberalisme ekonomi diterima dan dipertahankan oleh pemerintah Inggris sampai tahun 1932.

Pada abad ke-20, masa kejayaan liberalisme di Eropa menurun sejalan mundurnya kedudukan kaum liberal. Seperti yang terjadi di Inggris kedudukan partai liberal digantikan oleh partai buruh. Demikian halnya di negara-negara Eropa lainnya, pengaruh partai liberal menurun. Penyebab lain adalah karena paham liberal mengalami perkembangan sesuai perubahan jaman.

Umumnya negara-negara industri merasa perlu kembali melindungi industri dalam negeri sehingga menimbulkan perdagangan bebas. Juga karena makin banyak terjadi persaingan di antara negara-negara industri maju. Liberalisme ekonomi tidak dapat dipertahankan.

Dengan demikian liberalisme ekonomi tidak dapat bertahan dalam abad ke-20, sedang liberalisme dalam bidang politik nampak mengalami perkembangan dengan melahirkan paham demokrasi dan nasionalisme.