Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Perjanjian Lausanne | Tuan Guru

Perang Dunia I berakhir dengan kemenangan pihak Sekutu dan Turki harus menandatangani Perjanjian Sevres (10 Agustus 1920). Golongan nasionalis Turki tidak menyetujui hasil dari Perjanjian Sevres karena merugikan Turki. Reaksi Sekutu terhadap penolakan itu menyebabkan Perang kemerdekaan Turki tahun 1921 hingga tahun 1922. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Sekutu dan Turki melakukan perundingan di kota Lausanne. Perundingan itu menghasilkan Perjanjian Lausanne tahun (24 Juli 1923).
Dengan diadakannya Perjanjian Lausanne, maka Perjanjian Sevres dibatalkan. Isi Perjanjian Lausanne adalah sebagai berikut: 1.  Thracia Timur (daerah sekitar Konstantinopel) dikembalikan kepada Turki. 2.  Turki melepaskan semua daerah yang penduduknya bukan bangsa Turki: a.  Arabia merdeka b.  Lybia diserahkan ke Italia c.  Mesir, Palestina, Trans-Jordania, Irak, Cyprus diserahkan ke Inggris

d.  Syria, Libanon diserahkan ke Inggris.

3.  Borporus, Marmora, dan Dardanella terbuka untuk semua kapal asing. 4.  Semua “capitulations” (hak-hak ekstra-territorial) dari bangsa asing dihapus. 5.  Turki tidak perlu mengurangi angkatan perangnya. 6.  Turki tidak usah membayar kerugian perang.

7.  Turki harus melindungi minoritas.

Sumber:
Soebantardjo, 1958. Sari Sedjarah Asia-Australia. Jogjakarta: Bopkri