Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Pengelolaan Pembelajaran Tematik | Tuan Guru

Pembelajaran tematik merupakan suatu strategi pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses atau waktu, aspek kurikulum, dan aspek belajar mengajar. Pembelajaran tematik hanya dibelajarkan pada siswa sekolah dasar kelas rendah (kelas I dan II), karena pada umumnya mereka masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik), perkembangan fisiknya tidak pernah bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional.

Strategi pembelajaran tematik lebih mengutamakan pengalaman belajar siswa, yakni melalui belajar yang menyenangkan tanpa tekanan dan ketakutan, tetapi tetap bermakna bagi siswa. Dalam menanamkan konsep atau pengetahuan dan keterampilan, siswa tidak harus diberi latihan hafalan berulang-ulang (drill), tetapi ia belajar melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah dipahami. Bentuk pembelajaran ini dikenal dengan pembelajaran terpadu, dan pembelajarannya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kejiwaan siswa.

Sesuai dengan perkembangan fisik dan mental siswa kelas I dan II, pembelajaran pada tahap ini haruslah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Berpusat pada anak
  2. Memberikan pengalaman langsung pada anak
  3. Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas
  4. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran
  5. Bersifat fleksibel
  6. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan kebutuhan anak

Kelebihan pembelajaran tematik di antaranya:

  1. Pengalaman dan kegiatan belajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak
  2. Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan anak
  3. Hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna
  4. Mengembangkan keterampilan berpikir anak sesuai dengan permasalahan yang dihadapi
  5. Menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

Manfaat penggunaan tema dalam kegiatan pembelajaran,  antara lain:

  1. Siswa mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu
  2. Siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama
  3. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan
  4. Kompetensi berbahasa bisa dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dan pengalaman pribadi anak
  5. Anak lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas
  6. Anak lebih bergairah belajar karena mereka bisa berkomunikasi dalam situasi yang nyata, misalnya bertanya, bercerita, menulis deskripsi, menulis surat, dan sebagainya untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, sekaligus untuk mempelajari mata pelajaran lain
  7. Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 kali pertemuan. Waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan

Beberapa langkah yang disarankan untuk menyiapkan pembelajaran tematik antara lain;

  1. Mempelajari kompetensi dasar pada kelas dan cawu yang sama dari setiap mata pelajaran
  2. Memilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan cawu.
  3. Pilihan Tema: Diri Sendiri, Keluarga, Lingkungan, Tempat Umum, Pengalaman, Budi Pekerti, Kegemaran, Tumbuhan, Hiburan, Binatang, Transportasi, Kesehatan, Makanan, Pendidikan, Pekerjaan, Peristiwa, Pariwisata, Kejadian Sehari-hari, Pertanian, Negara, Komunikasi
  4. Membuat “Matriks Hubungan Kompetensi Dasar dengan Tema”. Dalam langkah ini penyusun memperkirakan dan menentukan kompetensi-kompetensi dasar pada sebuah mata pelajaran cocok dikembangkan dengan tema apa. Langkah ini dilakukan untuk semua mata pelajaran.
  5. Membuat pemetaan pembelajaran tematis. Pemetaan ini dapat dibuat dalam bentuk matriks atau jaringan topik. Dalam pemetaan ini akan terlihat kaitan antara tema dengan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran.
  6. Menyusun silabus berdasarkan matriks/jaringan topik pembelajaran tematis.

Sumber:
Depdiknas. 2003. Pelayanan Profesional Kurikulum 2004; Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Artikel Terkait
•  Pengalaman Belajar Lintas Kurikulum
•  Bentuk-bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
•  Strategi True or False
•  Strategi Exchanging Viewpoint
•  Strategi Pembelajaran Really Getting Acquainted
•  Strategi Active Knowledge Sharing
•  Strategi Pembelajaran The Company You Keep
•  Strategi Inkuiri
•  Tipe-tipe Belajar
•  Strategi Lightening The Learning Climate
•  Teori Pembelajaran Sosial Bandura
•  Menerapkan Teori Vygotsky untuk Pendidikan Anak
•  Menerapkan Teori Piaget untuk Pendidikan Anak
•  Penerapan Metode Drill dalam Pembelajaran
•  Penerapan Pendekatan Kontekstual di Kelas
•  Langkah-langkah Pembelajaran Kreatif dan Produktif
•  Pembelajaran Kreatif dan Produktif
•  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share
•  Metode Pembelajaran Model Simulasi
•  Pembelajaran yang Berorientasi pada Aktivitas