Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu
ikkikita-1

Pengaruh Buku Ikki Kita Terhadap Ekspansi Militer Jepang | Tuan Guru

ikkikita-1 Selain memori Baron Tanaka, ada sebuah buku yang juga turut berpengaruh terhadap ekspansi militer Jepang di Cina dan Asia umumnya, yaitu buku yang ditulis oleh Ikki Kita (1885-1937). Ikki Kita lahir di Pulau Sado, Niigata. Ketika menjadi mahasiswa di Universitas Waseda, Tokyo,  ia tertarik pada ide-ide sosialis dan bertemu dengan tokoh-tokoh berpengaruh dalam gerakan sosialis awal di Jepang. Ia kemudian menjadi anggota Perkumpulan Naga Hitam (Kokuryukai) dan seorang ekstrim kanan yang berbahaya. Ikki Kita menulis buku “Nihon kaizo hoan taiko” (Langkah-langkah Reorganisasi Nasional Jepang) dalam mana ia menganjurkan kudeta militer untuk mencapai tujuan Restorasi Meiji sesungguhnya, yang dia klaim telah dikhianati oleh orang-orang yang tidak berkompeten di sekitar kaisar.  Buku tersebut dengan cepat ditarik dari peredaran, akan tetapi secara rahasia tetap beredar di kalangan kaum militeris. Buku tersebut mencerminkan impian kaum militeris Jepang. Di dalamnya disebutkan bahwa salah satu cita-cita itu adalah membebaskan 700 juta saudara-saudara di Tiongkok, India, Filipina, Indonesia, Malaya, dan sebagainya.

Konsep Ikki Kita tentang Jepang sebagai “Sang Pembebas” dipropagandakan dalam kampanye-kampanye Jepang ketika melancarkan ekspansi di Asia. Pada saat pecah Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya, pihak Jepang menganggapnya sebagai “Perang Suci” (Holy War). Di Asia mereka mengaku sebagai “saudara tua” yang datang membebaskan saudara-saudaranya yang saat itu berada di bawah belenggu penjajahan asing.

Sumber:
Aujang Peng Koen, 1960. Perang Pasifik (1941-1945). Djakarta: Keng-Po

Sumber Gambar: http://www.nationmaster.com