Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Pemberontakan Prajurit India (The Indian Mutiny) | Tuan Guru

Pemberontakan Prajurit India (The Indian Mutiny) terhadap kolonialisme Inggris terjadi tahun 1857-1859. Pemberontakan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

  1. Penderitaan rakyat India akibat penjajahan Inggris. Orang-orang Inggris di India hidup mewah dan tidak memperdulikan penderitaan rakyat, sehingga menimbulkan kebencian rakyat India.
  2. Perbedaan perlakuan antara serdadu Inggris dan India yang melukai perasaan prajurit-prajurit India.
  3. Rakyat dan prajurit India memiliki persamaan nasib, sehingga menimbulkan perasaan yang sama, yakni anti-Inggris.

Sebab khusus terjadinya Pemberontakan Prajurit India (The Indian Mutiny) adalah perintah Panglima tentara Inggris di India untuk menjilat ujung peluru terlebih dulu sebelum digunakan dengan tujuan mengilangkan gemuk yang ada padanya. Prajurit yang beragama Hindu mengira bahwa gemuk itu adalah gemuk lembu. Bagi umat Hindu, lembu merupakan hewan suci yang tidak boleh disembelih atau dimakan. Karena itu perintah panglima Inggris dianggap menghina agama Hindu. Sementara prajurit yang beragama Islam mengira bahwa gemuk itu adalah gemuk babi yang merupakan najis, menganggap perintah panglima Inggris sebagai penghinaan terhadap agama Islam. Akibatnya timbullah pemberontakan tentara India terhadap Inggris.

Pada tanggal 10 Mei 1857 pecah pemberontakan tangsi di Meerut dekat Delhi. Tentara India di Delhi bergerak dan segera seluruh India berontak. Semua orang Inggris yang ditemukan dibunuh. Raja Mogol Bahadur Shah diangkat menjadi raja Hindustan oleh pemberontak. Pusat pemberontakan beralih dari Delhi ke Jhansi di bekas kerajaan Maratha dan dipimpin oleh Ratu Ranee Lakhsmi Bai, seorang wanita yang gagah berani dan selalu memimpin sendiri pertempuran-pertempuran. Tentara Inggris takut menghadapi Ranee Lakhsmi Bai. Setelah Ranee Lakhsmi Bai gugur, pemimpin pemberontakan terkenal lainnya adalah Nana Sahib dengan Tantia Topi, panglimanya, yang menghabiskan orang-orang Inggris di Cownpore.

Inggris di India hampir sama saja mengalami kehancuran. Namun berkat bantuan beberapa raja Hindu, yaitu raja-raja dari Nepal, Gwalior, dan Hyderabad, akhirnya dengan susah payah Inggris menang juga. Kerajaan Mogol dihapuskan pada tahun 1858.

Akibat Pemberontakan Prajurit India (The Indian Mutiny) adalah:

  1. Nasionalisme India mulai bangkit, sebab Ranee Lakhsmi Bai tidak lagi menganggap pemberontakan itu sebagai pemberontakan tentara India melawan Inggris, tapi sebagai perang kemerdekaan terhadap Inggris.
  2. Membuka mata Inggris bahwa mereka harus merubah sikap politik terhadap India. Kolonialisme kolot harus ditinggalkan dan kepentingan rakyat India perlu diperhatikan juga.
  3. East India Company (EIC) yang selama ini berkuasa di India dibubarkan tahun 1858. Tidak layak jika suatu kongsi dagang semacam EIC memerintah suatu kerajaan besar seperti India. Pemerintahan di India dipegang langsung oleh Pemerintah Inggris di London.

Sumber:
Soebantardjo, 1958. Sari Sedjarah Asia-Australia. Jogjakarta: Bopkri