Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Pemberian Stimulasi terhadap Anak di Rumah | Tuan Guru

Stimulasi artinya memberikan tempat bagi anak agar ia dapat mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya, seperti rasa ingin tahu yang besar, keterikatan dengan tugasnya, kecintaan pada apa yang menjadi minatnya, dan mampu memberikan kritik sehat pada kegiatan yang diminatinya untuk kemudian ia mampu mengembangkannya lebih luas (D’hondt dan Rossen, 2009). Selain memberikan tempat, ruang dan waktu, diperlukan juga contoh yang baik sesuai dengan karakteristik anak.

Di bawah ini ada beberapa tip bagi orang tua di rumah, bagaimana memberikan stimulasi kepada anak-anak kita:

  1. Berikan kesempatan agar anak mengikuti berbagai aktivitas yang biasa dilakukan oleh orang tua di rumah.
  2. Perlihatkan perilaku belajar, menemukan dan memperkaya berbagai aktivitas.
  3. Ajak ia mengerjakan hobi yang Anda cintai.
  4. Terbukalah terhadap suatu perkembangan baru dalam sebuah aktivitas.
  5. Tunjukkan keantusiasan dan pandangan positif terhadap perkembangan itu.
  6. Ciptakan selalu hubungan hangat dan penuh pemahaman dengan anak.
  7. Seorang anak juga membutuhkan pujian bagi kepribadiannya, bukan hanya prestasi dan bakatnya. Buatlah pemahaman kepadanya bahwa ia dihargai sebagai diri pribadi, bukan semata-mata karena prestasinya.  
  8. Orang tua harus selalu erat dengan kebutuhan anak. Buatlah suatu prasarat bahwa anak belajar sesuatu melalui pengalamannya yang menyenangkan dan akhirnya ia dapat mengerjakannya sendiri. “Belajar bagaimana cara belajar” adalah suatu yang sangat penting bagi perkembangan seorang anak.
  9. Jadilah teladan bagi anak. Seorang anak kecil selalu mencari teladan dan model agar ia dapat mencontohnya. Identifikasi terhadap salah satu orang tua merupakan sumber penting dalam membangun perilaku dengan rasa aman dan kepastian.

Sumber: Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, 2010. Memahami dan Menangani Cerdas Istimewa dengan Berbagai Masalah yang Menghambat Prestasi Akademis. Jakarta: Direktorat PSLB, Dirjen Mendikdasmen, Kemdiknas.