Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Pembelajaran yang Berorientasi pada Aktivitas | Tuan Guru

Menurut Sardiman, yang dimaksud aktivitas belajar adalah keaktifan yang bersifat fisik maupun mental. Dalam kegiatan pembelajaran, kedua aktivitas tersebut harus saling menunjang agar diperoleh hasil yang maksimal. Sehubungan dengan hal tersebut Piaget mengemukakan pendapat, “bahwa seseorang berpikir sepanjang ia berbuat sesuatu karena tanpa berbuat ia tidak akan mau berpikir kreatif”. Sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik harus diberikan kesempatan berbuat sendiri sebagai stimulus untuk membangkitkan pemikiran bertaraf verbal setelah peserta didik melakukan kegiatan (berpikir menggunakan taraf perbuatan). Karena aktivitas tersebut sangat bermanfaat bagi peserta didik dalam mencari pengalaman dan mengalami sendiri, sehingga pembelajaran lebih berhasil dan menarik. Asumsi yang timbul bahwa pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas peserta didik adalah:

  1. Asumsi filosofi tentang pendidikan. Pendidikan merupakan usaha sadar mengembangkan manusia menuju kedewasaan, baik kedewasaan intelektual, soaial, maupun kedewasaan moral. Karena proses pendidikan bukan hanya mengembangkan intelektual saja, tapi mencakup seluruh potensi yang dimiliki peserta didik sehingga memunculkan hakekat pendidikan dasar diantaranya: (1) interaksi manusia; (2) pembinaan dan pengembangan potensi manusia; (3) berlangsung sepanjang hayat; (4) kesesuaian dengan kemampuan dan tingkat perkembangan peserta didik; (5) keseimbangan antara kebebasan subjek (terdidik) dan kewibawaan guru (pendidik); dan (6) peningkatan kualitas hidup manusia.
  2. Asumsi tentang peserta didik sebagai subjek pendidikan, yaitu: Pertama, peserta didik bukanlah manusia dalam ukuran mini, akan tetapi manusia yang sedang dalam tahap perkembanagan. Kedua, setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda. Ketiga, peserta didik pada dasarnya adalah insan yang aktif, kreatif, dan dinamis dalam menghadapi lingkungannya. Keempat, peserta didik mempunyai motivasi untuk memenuhi kebutuhannya.
  3. Asumsi tentang guru adalah: Pertama, guru bertanggung jawab atas tercapainya hasil belajar peserta didik. Kedua, guru memiliki kemampuan professional dalam mengajar. Ketiga, guru mempunyai kode etik keguruan. Keempat, guru memiliki peran sebagai sumber belajar, pemimpin (organisator) dalam belajar yang memungkinkan terciptanya kondisi yang baik bagi peserta didik dalam belajar.
  4. Asumsi yang berkaitan dengan proses pengajaran adalah: Pertama, bahwa proses pengajaran direncanakan dan dilaksanakan sebagai suatu sistem. Kedua, peristiwa belajar akan terjadi manakala peserta didik berinteraksi dengan lingkungan yang diatur oleh guru. Ketiga, proses pengajaran akan lebih aktif apabila menggunakan metode dan teknik yang tepat dan berdaya guna. Keempat, pengajaran memberi takanan kepada proses dan produk secara seimbang. Kelima, inti proses pengajaran adalah adanya kegiatan belajar peserta didik secara optimal.