Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Pembelajaran Sejarah Akan Hambar Tanpa Anekdot | Tuan Guru

Anekdot adalah cerita singkat dan lucu tentang suatu kejadian atau seorang tokoh sebenarnya. Namun pada saat penceritaan kembali sebuah anekdot dapat menjadi cerita fiksi, atau dimodifikasi sesuai dengan konteks atau tujuan pencerita di mana anekdot tersebut disampaikan.

Anekdot dalam pembelajaran dibutuhkan sebagai parfum sprayer penyegar ruangan, agar anak-anak kembali fresh, terutama pada saat jam pelajaran terakhir. Pelajaran sejarah yang umumnya ditempatkan pada jam-jam terakhir setelah matematika, atau IPA yang menguras otak memang memerlukan pemulih stamina anak yang mulai loyo. Untuk mengembalikan semangat ngoyo itu dibutuhkan trik tertentu. Trik yang mudah, murah dan cespleng adalah dengan anekdot.

Banyak peristiwa sejarah yang dapat dijadikan anekdot. Banyak pula fakta sejarah yang dapat dipelintir menjadi anekdot tergantung kemahiran guru meramu suatu fakta menjadi cerita lucu, misalnya:

  1. Beberapa bulan setelah Jansens diangkat sebagai Gubernur Jenderal di Hindia Belanda (Indonesia) menggantikan Daendels, pasukan Inggris menyerbu Jawa. Menghadapi Inggris, Jansens memimpin pasukan dari prajurit Perancis, Belanda, dan prajurit dari bangsa Indonesia. Masalahnya, Jansens yang baru beberapa lama tiba belum mahir berbahasa Indonesia. Dalam pertempuran sengit melawan Inggris, Jansens memberi komando bagi pasukan Indonesia untuk maju, akan tetapi karena tidak mahir bahasa Indonesia, dia malah berteriak, “Munduuur!” Dapat dipastikan pasukan Indonesia langsung mengambil langkah seribu menyelamatkan diri. Akibatnya Jansens (Perancis) kalah gara-gara “salah komando.”
  1. Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dilancarkan oleh prajurit TNI dan laskar pejuang berhasil merebut dan menguasai Yogyakarta, ibukota RI selama 6 jam. Pada tengah hari pasukan TNI terpaksa mundur ke hutan (markas gerilya) ketika digempur pesawat pembom dan bantuan pasukan Belanda tiba dari Magelang. Laskar pejuang dari Sulawesi baru sampai di markas pada malam hari. Saat itu sedang diadakan breefing yang intinya membahas tentang keberhasilan pasukan menguasai kota Yogya selama 6 jam. Seorang anggota laskar dari Sulawesi membantah, “Kita menguasai Yogya bukan 6 jam, tapi 12 jam lamanya. Buktinya, kami tetap bertahan dan baru meninggalkan kota setelah malam hari.”
    Selidik punya selidik, ternyata pasukan dari Sulawesi tidak langsung kembali ke markas, karena kesasar tidak tahu seluk beluk jalan di Yogya. Karena terkepung oleh pasukan Belanda, mereka sembunyi di pasar dan baru bisa meninggalkan kota ketika gelap.

Demikian contoh anekdot yang dapat disampaikan pada siswa. Pada kesempatan lain kita ceriterakan bahwa mobil kepresidenan pertama RI adalah mobil curian, atau cerita tentang K.H. Agus Salim yang membalas penghinaan orang-orang Belanda yang meneriakinya kambing, dan lain-lain sebagainya. Guru sejarah adalah guru yang mampu membuat cerita anekdot, baik itu fakta maupun fiktif. Tanpa itu pembelajaran sejarah akan terasa hambar dan membuat murid ngantuk.

——- Tuan Guru ——-