Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Pelajar, Spesies yang Hampir Punah | Tuan Guru

Selama lebih dari 10 sampai 20 tahun terakhir, banyak spesies yang terancam punah. Ikan paus misalnya, berada pada habitat yang tidak aman, tidak menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan untuk bertahan hidup, dan mengancam kelangsungan hidup mereka. Akibat dari kondisi tersebut sungguh memprihatinkan bukan hanya bagi spesies itu sendiri, melainkan juga bagi lingkungan secara keseluruhan. Ketika jumlah spesies semakin menipis dan terancam punah, akan selalu ada gangguan besar dalam keseimbangan ekosistem manapun.

Saat ini hal tersebut terjadi dalam skala yang sangat besar di segala penjuru dunia. Namun kita cenderung mengabaikannya atau lebih suka percaya bahwa kejadian seperti itu tidak akan menimbulkan dampak negatif seperti yang diprediksikan.

Apabila kita membandingkan contoh binatang dengan situasi yang akhir-akhir ini dihadapi oleh para pelajar, jelas bagi kita bahwa lingkungan belajar seperti itu benar-benar sudah tidak kondusif untuk pembelajaran yang berhasil dan memuaskan.

Praktik pendidikan tradisional yang menekankan pada kemampuan matematika dan bahasa serta penyampaian formal, yang kebanyakan menggunakan metode pembelajaran otak kiri yang analitis, tidak memberi ruang bagi kebanyakan pelajar untuk mengembangkan keterampilan hidup dan kemampuan belajar agar bisa bertahan dengan mudah dalam dunia yang cepat berubah.

Para murid tidak dapat memahami dirinya sebagai pelajar atau apa yang sedang terjadi pada diri mereka, atau mengapa mereka tidak mampu mencapai nilai yang cukup bagus selama bertahun-tahun di sekolah. Akibatnya penghargaan diri dan motivasi mereka menurun drastis dan akhirnya pikiran mereka terlepas dari pembelajaran seumur hidup, mereka dapat dikatakan punah sebagai suatu spesies pembelajar.

Sumber : Barbara Prashnig.1998. The Power of Learning Styles: Memacu Anak Melejitkan Prestasi dengan Mengenali Gaya Belajarnya. Terjemahan oleh Nina Fauziah. Bandung: Kaifa