Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Orang Tua dan Guru Telah Gagal Mendidik Anak Bangsa | Tuan Guru

Melihat maraknya tindak kejahatan dan korupsi yang melanda negeri ini, hati jadi miris. Seakan-akan kekuasaan berada di tangan para mafia. Semua sektor kehidupan telah dikendalikan oleh para mafia. Mulai dari mafia narkoba, mafia hukum, mafia pajak, hutan, tambang, pertanian, kesehatan, dan sebagainya. Bahkan lebih tragis lagi sektor sakral seperti agama pun telah disusupi mafia yang bergelar mafia haji dan umroh. Kalau sektor agama saja bisa dikendalikan oleh para mafia, apatah lagi sektor lain seperti pendidikan, transportasi, perbankan dan lain-lain?

Mafia-mafia ini melalui cara-cara yang sistematis dan terencana berhasil meraih kekuasaan yang luar biasa besar. Mereka dapat mengatur perhitungan suara, menentukan siapa yang duduk di DPR/D, jadi menteri atau jadi hakim. Mereka dengan mudah menyikat orang-orang yang mencoba merintanginya. Jenderal Susno Duadji, Ketua KPK Antasari ditumbangkan. Ayo, siapa lagi yang berani?

Siapakah para mafia ini? Mereka adalah putra-putri bangsa yang lahir dari perut seorang ibu yang dulu senantiasa berdoa agar kelak anaknya jadi anak yang saleh, berguna bagi bangsa dan negara. Mereka dulu adalah murid-murid yang mendapatkan pendidikan agama, akhlak dan budi pekerti. Banyak di antaranya murid terbaik dengan sejumlah prestasi ketika bersekolah. Mereka dulu anak yang manis, patuh, pintar, membuat bangga orang tua dan guru.

Lalu, mengapa kini mereka jahat? Jadi mafia yang menggerogoti negara ini dan bertanggung jawab atas segala kemiskinan, penderitaan dan kesengsaraan rakyat. Agaknya orang tua dan guru telah gagal mendidik anak bangsa. Bekal ilmu yang diperoleh digunakannya untuk mengejar harta dan kekuasaan.

Para mafia adalah murid yang pintar dalam matematika, ekonomi, sejarah, dan ilmu sosial lainnya. Mereka sukses menjadi orang hebat, namun gagal menjadi orang baik. Orang tua dan guru tidak berhasil mendidik mereka menjadi orang yang benar.

Artikel Terkait
  Murid-muridku Ingin Sukses dengan Tidak Jujur
  Nak, Belajarlah dari TNI, bukan pada Politisi !
  Sandy, Korban Praktek Mafia Pendidikan
  Malpraktik di Dunia Pendidikan
  Merubah Paradigma Anak tentang Makna Belajar
  Sekolah “Palsu” Pembuat “Ijazah Palsu”
  Modus Korupsi di Dunia Pendidikan Tidak Berubah
  Kisah Gagal para Calon Anggota Legislatif 2009
  Ternyata Sistem Barcode Cuma Isapan Jempol Belaka !
  Fakir adalah Orang Paling Kaya