Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Sejarah Melalui Pembelajaran Model Dialog Interaktif | Tuan Guru

Home » Learning » Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Sejarah Melalui Pembelajaran Model Dialog Interaktif

A. Latar Belakang Masalah
Mata Pelajaran IPS Sejarah merupakan pengetahuan tentang peristiwa dan perubahan masyarakat masa lalu dengan prinsip sebab akibat dan kronologis peristiwa yang terjadi di masyarakat. Dengan mempelajari sejarah diharapkan siswa mampu memahami fakta, peristiwa dan perubahan masyarakat masa lalu, mengembangkan cara berfikir kritis dan mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari.

Tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa dalam materi sejarah masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan minat siswa belajar sejarah cenderung rendah dan akhirnya berimplikasi pada rendahnya hasil belajar siswa. Rata-rata nilai ulangan harian siswa hanya mencapai nilai KKM, yaitu 72. Padahal tingkat pemahaman konsep dan analisis materinya tidaklah terlalu sulit.

Kurangnya minat dan rendahnya prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah kemungkinan juga disebabkan oleh faktor guru yang belum mampu mengembangkan kreativitas dan kurang optimal dalam melibatkan siswa pada kegiatan belajar mengajar serta belum melakukan berbagai inovasi dalam pembelajaran.
Pada kegiatan pembelajaran siswa menyimak materi dan terlihat seakan-akan telah memahami materi, tetapi ketika diadakan evaluasi dengan memberikan soal ulangan harian, rata-rata ketuntasan siswa tidak mencapai hasil yang diharapkan.

Bertolak dari kenyataan di atas, maka penulis sebagai guru IPS Sejarah mencoba melakukan inovasi pembelajaran dengan tujuan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sehingga hasil belajar siswa dapat dioptimalkan. Perhatian tertuju pada berbagai kegiatan yang disenangi siswa dengan tujuan melakukan sinkronisasi kesenangan siswa dengan kegiatan pembelajaran. Salah satu kegiatan yang banyak disukai oleh siswa adalah menonton siaran televisi. Mereka sering menghabiskan berjam-jam waktu menonton acara kesayangan mereka di televisi.

Berdasarkan pengamatan tersebut, maka dicoba mengembangkan suatu model pembelajaran dengan mengadopsi salah satu acara televisi, yaitu acara Dialog Interaktif. Dialog interaktif ini dipilih karena sesuai dengan karasteristik materi sejarah yang banyak mendeskripsikan peristiwa-peristiwa penting pada masa lampau.

B. Pembelajaran Model Dialog Interaktif
Strategi-strategi belajar telah banyak dibicarakan oleh para ahli yang pada umumnya menekankan pada tiga ide utama: (1) intelektual berkembang pada saat individu menghadapi ide-ide baru dan sulit serta mengaitkan ide-ide tersebut dengan apa yang mereka ketahui, (2) ide kedua berkaitan dengan interaksi dengan orang lain, dapat memperkaya perkembangan intelektual, dan (3) peran guru sebagai seorang pembantu dan mediator pembelajaran siswa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003), dialog berarti percakapan antara dua tokoh atau lebih. Sedangkan interaktif artinya bersifat saling aktif. Dialog Interaktif merupakan kegiatan mengundang seorang atau beberapa tokoh dengan tujuan membahas masalah aktual atau permasalahan yang menyangkut kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Pada stasiun televisi swasta dan nasional, acara ini merupakan salah satu acara favorit yang banyak menarik pemirsa, karena merupakan wahana untuk mendapatkan informasi yang aktual, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Secara sederhana model dialog interaktif dalam pembelajaran di kelas adalah diskusi yang dilakukan oleh siswa secara kelompok, dimana salah seorang berperan sebagai presenter (pembawa acara) salah satu stasiun TV, dan anggota lainnya berperan sebagai saksi sejarah, tokoh atau pakar dalam materi sejarah yang sedang dipelajari. Mereka lalu terlibat dialog yang melibatkan kelompok lain yang berperan sebagai pemirsa di studio atau di rumah. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan perumusan kesimpulan, refleksi dan pemberian tugas (PR).

Keunggulan model dialog interaktif ini adalah siswa digiring untuk melakukan suatu aksi yang dekat dengan keseharian mereka. Metode ini juga menarik karena mengajak siswa belajar sambil bermain. Menurut Meier (2004 : 206), jika dilaksanakan secara bijaksana akan memberikan manfaat : (1) menyingkirkan keseriusan yang menghambat; (2) menghilangkan stres dalam lingkungan belajar; (3) mengajak siswa terlibat penuh dalam proses pembelajaran; (4) meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

C. Kesimpulan
Terdapat perbedaan nilai hasil belajar yang diajar dengan menggunakan metode diskusi model konvensional  dengan diskusi model dialog interaktif. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran termasuk salah satu model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Pembelajaran dengan model dialog interaktif dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa karena model pembelajaran ini melibatkan aspek intelektual dan sosio emosional siswa. Selain itu dapat pula meningkatkan kecakapan sosial siswa, yakni kemampuan berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain.

Kepustakaan :
DePorter, Bobbi dkk., 2004.  Quantum Teaching. Terjemahan oleh Ary Nilandari. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Meier, Dave, 2004. The Acceleerated Learning. Terjemahan oleh Rahmani Astuti. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Mulyadi, 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah. PPG Keguruan Jakarta.
Winataputra, 1994. Strategi Belajar Mengajar IPA. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Depdiknas.