Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Menerapkan Teori Piaget untuk Pendidikan Anak | Tuan Guru

  1. Gunakan pendekatan kontruktivis. Sejalan dengan pandangan aliran kontruktivis, Piaget menekankan bahwa anak-anak akan belajar lebih baik jika mereka aktif dan mencari solusi sendiri. Piaget menentang metode yang memperlakukan anak sebagai penerima pasif. Implikasi pendidikan dari pandangan Piaget adalah bahwa untuk semua mata pelajaran, murid lebih baik diajari untuk membuat penemuan, memikirkannya, dan mendiskusikannya, bukan dengan diajari menyalin apa-apa yang dikatakan atau dilakukan guru.
  2. Fasilitasi mereka untuk belajar. Guru harus merancang situasi yang membuat murid belajar dengan bertindak (learning by doing). Situasi seperti ini akan meningkatkan pemikiran dan penemuan murid. Guru mendengar, mengamati, dan mengajukan pertanyaan kepada murid agar mereka mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Ajukan pertanyaan yang relevan untuk merangsang agar mereka berpikir dan mintalah mereka untuk menjelaskan jawabannya.
  3. Pertimbangkan pengetahuan dan tingkat pemikiran anak. Murid tidak datang ke sekolah dengan kepala kosong. Mereka punya banyak gagasan tentang dunia fisik dan alam. Mereka punya konsep tentang ruang, waktu, kuantitas, dan kausalitas. Ide ini berbeda dengan idenya orang dewasa. Guru harus menginterpretasikan apa yang dikatakan murid dan merespon dengan memberikan wacana yang sesuai dengan tingkat pemikiran mereka.
  4. Gunakan penilaian terus menerus. Makna yang disusun oleh individu tidak dapat diukur dengan tes standar. Penilaian matematikan dan bahasa (yang menilai kemajuan dan hasil akhir), pertemuan individual di saat murid mendiskusikan strategi pemikiran mereka, dan penjelasan lisan dan tertulis oleh murid tentang penalaran mereka dapat dipakai sebagai alat untuk megevaluasi kemajuan mereka.
  5. Tingkatkan kemampuan intelektual murid. Ketika Piaget mengajar di Amerika, dia ditanya, “Apa yang mesti saya lakukan agar anak saya naik ke tahap lebih tinggi dan lebih cepat?” Dia sering ditanya seperti itu sehingga dia menyebutnya sebagai “pertanyaan Amerika”. Menurut Piaget, pembelajaran anak harus berjalan secara alamiah. Anak tidak didesak dan ditekan untuk berprestasi terlalu banyak di awal perkembangan sebelum mereka siap. Beberapa orang tua menghabiskan waktu berjam-jam dengan menunjukkan kartu besar bertuliskan satu kata kepada bayi agar bayi cepat menguasai banyak kosakata. Menurut pandangan Piaget, ini bukan cara belajar terbaik bagi bayi. Ini cara yang terlalu terburu-buru untuk meningkatkan kemampuan intelektual, menggunakan pembelajaran pasif, dan karenanya tidak akan berhasil.
  6. Jadikan ruang kelas menjadi ruang eksplorasi dan penemuan. Seperti apakah ruang kelas apabila guru menggunakan pandangan Piaget untuk mengajar? Guru menekankan agar murid melakukan eksplorasi dan menemukan kesimpulan sendiri. Mungkin ruang kelasnya tidak terlalu rapi dibanding kelas pada umumnya. Buku pelajaran dan tugas dari guru tidak dipakai. Guru lebih banyak mengamati minat murid dan partisipasi alamiah dalam aktivitas mereka untuk menentukan pelajaran apa yang akan diberikan. Misalnya, pelajaran matematika mungkin diajarkan dengan menghitung berapa besar uang makan siang atau membagi bekal makanan antar anak. Seringkali permainan banyak dipakai dalam kelas untuk merangsang pemikiran matematika. Misalnya, kartu domino bisa dipakai untuk mengajari anak tentang kombinasi angka genap. Guru mendorong intelektual murid selama pembelajaran, sebab sudut pandang murid yang berbeda dapat menambah kemajuan berpikir.

Sumber:
Santrock, John W. 2008. Psikologi Pendidikan. Diterjemahkan oleh Tri Wibowo B.S. Jakarta: Kencana