Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu
uang

Mendidik Anak Mengenal Ilmu Gaib | Tuan Guru

Selama dua pekan terakhir ini media cetak dan media elektronik ramai menyorot perseteruan antara artis Adi Bing Slamet dengan mantan guru spiritualnya, Eyang Subur. Adi Bing Slamet dan sejumlah korban dari Eyang Subur menyatakan kesaksian mengenai ajaran sesat dan juga perlakuan yang merugikan dari Eyang Subur. Pro dan kontra terhadap kasus Eyang Subur ini membingungkan banyak orang, khususnya anak sekolah yang belum memahami persis perihal ilmu gaib dan status hukumnya.

Seringkali persoalan semacam ini berujung pada kesimpulan tidak berhasilnya pendidikan agama dan akhlak dalam membentengi anak didik dari kemusyrikan. Guru dinilai telah gagal menanamkan fondasi tauhid yang kokoh kepada anak-anak kita sehingga mudah jatuh dalam kemusyrikan. Guru divonis telah gagal mengajarkan murid-muridnya cara mencapai kesuksesan melalui jalan yang benar. Tentu saja pandangan ini tidak benar, meski demikian guru memang memikul tanggung jawab menanamkan nilai-nilai akhlak dan keagamaan kepada siswa.

Proses pendidikan di lingkungan keluarga memegang peranan penting. Orang tua sering menanyakan cita-cita anaknya semasa kecil, mendorong anak agar memiliki cita-cita yang tinggi. Namun, pelajaran tentang cara mencapai kesuksesan dengan jalan yang benar kurang diajarkan. Akibatnya ketika besar, seseorang mudah menempuh jalan pintas atau mencari guru spiritual yang diyakini mampu melakukan hal-hal luar biasa dan membantunya mencapai sukses.

Mendidik anak mengenal ilmu gaib adalah penting. Tujuannya bukan untuk mendalami dan mengamalkan, tetapi memahami dan menyadari betapa besar kerugian yang bakal diterima jika menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari cerita siswa seputar hal-hal gaib, kita menjumpai betapa banyaknya anak masih memakai logika gaib, yaitu cara berpikir yang tidak menjelaskan segala kejadian di dunia nyata dengan mencari sebab-musababnya di dunia nyata, melainkan meyakininya sebagai perbuatan kekuatan gaib yang berada di belakang alam nyata.

uang

Mendidik anak menjauhi ilmu gaib klasik seperti praktik Eyang Subur dan kawan-kawan masih relatif mudah. Yang paling sulit adalah menghindari praktik ilmu gaib modern yang secara nyata dan samar-samar semakin digandrungi khalayak ramai. Pengikutnya kian hari kian bertambah karena ilmu gaib modern lebih menakjubkan, amazing, fantastis, spektakuler, dan tidak perlu latihan khusus dalam pengamalannya. Dengan ilmu gaib modern seorang tidak cakap dapat jadi bupati atau gubernur, tersangka kasus korupsi bisa lolos dengan mudah dari jerat hukum, anak muda berijazah palsu dapat terpilih jadi anggota legislatif, sarjana paling bloon pun mulus diterima jadi PNS. Apakah praktik gaib modern itu? Amat simpel, anda cukup menyerahkan amplop berisi segepok uang, maka semua hal-hal luar biasa tadi dapat anda capai. Kekuatan gaib uang jauh lebih hebat dari ilmu supranatural yang dimiliki oleh Eyang Subur, Ki Joko Bodo dan lain-lain. Hebat, kan?

Sulitnya menangkal praktik gaib modern ini karena jarang dijumpai kasus keberatan. Pemberi dan penerima sama-sama diuntungkan. Bahkan orang tua yang putranya terangkat PNS dengan mengamalkan ilmu gaib modern tersebut, dengan bangga mengadakan acara syukuran mengundang kerabat dan tetangga. Inilah ilmu gaib yang wajib dijelaskan kepada peserta didik agar tidak terjerumus dalam kemusyrikan. Nauzubillah min zalik.

——- Tuan Guru ——-

Artikel Terkait
  Haruskah Siswa Lulus 100% dalam UN?
  Sulitnya Guru Punya Rumah Idaman
  Banyak Guru Menderita Penyakit Amnesia
  Guru Harus Menjadi Sutradara yang Baik
  Sekolah “Palsu” Pembuat “Ijazah Palsu”
  Modus Korupsi di Dunia Pendidikan Tidak Berubah
  Kisah Gagal para Calon Anggota Legislatif 2009
  Mengenal dan Memahami Hakikat Diri
  Fakir adalah Orang Paling Kaya
  Hidup Sebagai Orang Kaya, Dihisab Sebagai Orang Miskin