Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Memahami Konsep “Lukisan“ dan “Sang Pelukis” | Tuan Guru

Sebelum terciptanya alam semesta, sebelum adanya segala sesuatu, maka yang ada hanyalah ketiadaan yang menyimpan segala macam peristiwa dalam pikiran murninya. Tuhan, yang adalah keheningan, ketiadaan abadi-Nya itu sendiri, ingin agar Dia dikenali, agar kekayaan batin-Nya diketahui dan disaksikan-Nya sendiri. Oleh karena itu, Dia lalu berkehendak untuk mewujudkan pikiran-Nya ke dalam dunia wujud.

Dalam beberapa literatur tasawuf kita sering mendengar bahwa Tuhan menciptakan alam semesta agar Dia bisa dikenali oleh diri-Nya sendiri pula. Atau, seperti yang sering diungkapkan oleh Maulana Jalaluddin Rumi, Tuhan menciptakan manusia agar ada yang mengenal-Nya, ada yang memuji-Nya. Dan sesungguhnya yang memuji dan mengenali-Nya adalah diri-Nya sendiri juga.

Kita bisa memahami konsep di atas dengan sebuah contoh tentang seorang pelukis yang ingin mengekspresikan ide dalam pikirannya ke dalam sebuah kanvas. Ide pelukis itu bisa kita ibaratkan sebagai pikiran Tuhan, dan lukisan di atas kanvas itu kita ibaratkan sebagai ciptaan yang lahir dari kehendak sang pelukis itu sendiri. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manusia adalah lukisan Tuhan.

Anak-anakku, dalam uraian singkat ini Tuan Guru ingin mengingatkan bahwa ketika engkau dicela, dimaki dan dihina orang lain, engkau tidak sepatutnya marah dan membalas hinaan tersebut. Sesungguhnya yang dicela dan dihina bukanlah dirimu, melainkan Sang Pelukis, Sang Khalik yang telah menciptakan dirimu. Biarkanlah mereka berhadapan dan mempertanggungjwabkan perkataannya kepada Sang Pelukis. Biarlah Sang Pelukis yang marah, membalas hinaan tersebut dan membuat perhitungan dengan si pencela, karena yang berhak marah hanyalah Dia. Apabila engkau membalas hinaan tersebut, maka sesungguhnya engkau telah menghina lukisan-Nya yang lain. Seburuk-buruknya perkataan adalah menghina ciptaan-Nya.

Anak-anakku, karena engkau hanyalah lukisan, maka jadilah lukisan yanag baik, yang ketika Dia memandangmu akan menimbulkan rasa cinta-Nya, sehingga Dia akan menempatkanmu pada tempat yang sebaik-baiknya. Pahamilah, semoga kalian beruntung !!!

——- Tuan Guru ——-