Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu
south-sulawesi-tourism

Media Online sebagai Sarana Promosi Pariwisata Sulawesi Selatan | Tuan Guru

south-sulawesi-tourism Salah satu potensi besar bangsa ini adalah sektor pariwisata. Pariwisata selama ini merupakan salah satu potensi yang menjadikan negeri ini dikenal di percaturan global. Data terakhir menunjukkan Indonesia menempati peringkat 74 pariwisata dunia dari 139 negara, menurut World Economic Forum (WEF). Selain mendatangkan devisa yang tidak sedikit (konon menempati urutan ketiga; 8,5 miliar dolar tahun 2011 dan ditargetkan 9 miliar dolar pada tahun 2012), pariwisata juga merupakan salah satu faktor penarik (pull factor) orang asing datang ke Indonesia. Pada tahun 2011 7,6 juta wisatawan asing berkunjung ke negeri ini, dan diperkirakan 8 juta wisatawan akan datang pada tahun 2012, bahkan semestinya kita mampu lebih dari itu.

Saya teringat ketika sekolah tempatku mengajar akan melaksanakan rekresai ke tempat-tempat wisata di daerah tercinta ini (Sulawesi Selatan). Dalam rapat yang dilaksanakan bersama perwakilan masing-masing kelas, yang paling lama diperdebatkan adalah lokasi yang akan dikunjungi, dan pertanyaan yang paling banyak muncul adalah “apa di situ”, maksudnya apa aja yang bisa membuat kita nyaman dan terkesan di lokasi yang akan dikunjungi. Posisiku sebagai guru IPS Sejarah sedikit kerepotan menjawab berbagai pertanyaan dan menjelaskan terutama jika lokasi yang dibicarakan adalah daerah wisata sejarah. Akhirnya dipilihlah permandian Lejja Kabupaten Soppeng, karena lokasi wisata ini yang paling dikenal oleh peserta rapat.

lejja

Ada pertanyaan sederhana dari cerita tersebut. Kenapa di tengah arus modernisasi, dunia seakan sudah sempit, dengan jangkauan teknologi, hal yang menjadi pertanyaan dalam rapat itu muncul?

Rasanya hampir tak ada alasan untuk tidak mengagumi Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan pintu destinasi strategis jika menilik Indonesia belahan timur yang bertabur pulau-pulau indah dan eksotik. Posisi itu tersebut menempatkan Sulawesi Selatan sebagai target kunjungan untuk berbagai kepentingan. Makassar, sebagai ibukota provinsi menjadi simpul yang bisa mengakses semua kota-kota utama di timur. Melihat potensi ini Pemerintah Provinsi giat memilah dan memilih strategi yang tepat untuk dapat memaksimalkannya, salah satunya adalah dengan mengarahkan para tamu (visitors) untuk melirik potensi wisata.

Tapi semua itu, bagi yang tahu. Pengetahuan bisa hadir jika ada yang memberitahukan, dan salah satu cara untuk itu adalah melalui media online.

75.6% dari populasi penduduk dunia adalah pengguna internet. Penulis berpikir, alangkah elok dan efektifnya apabila promosi pariwisata Sulawesi Selatan melalui media online. Mudah, murah, dan dari sisi finansial banyak kok yang free alias gratis tis tis. Berikut beberapa cara penggunaan media sosial tersebut:

1. Facebook

Pengguna Facebook di AS akan mencapai 143,4 juta orang hingga akhir 2012 atau mengalami peningkatan 8,2% dari tahun 2011. Setiap bulan akan ada lebih dari 30 miliar kepingan konten yang akan dibagikan oleh pengguna Facebook. Dalam setahun mendatang, pengguna Facebook kemungkinan akan membagikan 415 potongan konten.

Bayangkan jika setiap pegawai dan atau pecinta pariwisata Sulawesi Selatan membuat group atau halaman misalnya “gerakan cinta taman leang-leang Maros”, dengan target member luar negeri. Admin group setiap saat memberitakan berupa tulisan, foto, dan video, sehingga pengguna/member yang mengakses group dan halaman tersebut akan selalu mendapatkan pengetahuan tentang Taman Leang-Leang Maros.

2. Twitter

Pengguna Twitter saat ini lebih dari 465 juta akun Twitter dengan jumlah kicauan 175 juta tweet pada saat hari sibuk. Negara dengan jumlah pengguna Twitter terbanyak saat ini adalah Amerika serikat (107,7 juta akun Twitter), Brazil (33,3 juta), dan Jepang (29,9 juta). Sementara Belanda tercatat sebagai negara tercerewet di Twitter (33%), disusul Jepang (30%), Spanyol (29%), dan AS, Indonesia, Venezuela, dan Kanada (28%).

Informasi yang berasal dari lokasi wisata yang ada di Sulawesi Selatan, dapat kita share melalui twitter. Kelebihannya tidak terbatas kepada follower dan following tertentu. Kita dapat memberikan akses informasi ke luar dengan leluasa hanya dengan syarat objek men-follow akun kita. Sangat mudah.

3. Video

Pemirsa video online akan mencapai 169,3 juta orang. Persentasenya diperkirakan sebesar 53% dari jumlah populasi penduduk dunia atau 70,8% dari jumlah pengguna internet. Jumlah ini naik 7,1% dibanding 2011.

Sangat mudah membuat akun gratis. Youtube misalnya, cukup sign in, meng-upload video, kemudian mempublikasikannya. Sudah banyak orang tenar dengan video yang di upload di youtube. Jika demikian, termasuk pariwisata Sulawesi Selatan.

4. Blog (blogspot, wordpress, dan sejenisnya)

Jumlah blog di WordPress dari seluruh dunia mencapai lebih dari 70 juta dan pengguna blog Tumblr ada 39 juta. Pengguna Blogspot tentunya lebih besar dari itu.

Sangat mudah, murah meriah. Cukup membuat akun, memposting artikel yang original tentang potensi wisata di Sulawesi Selatan. Untuk hal ini, bagi penulis sebaiknya menggunakan bahasa asing. Asumsinya, target utama adalah wisatawan mancanegara sebagai penghasil devisa. jika target utamanya adalah wisatawan mancanegara, maka sekaligus akan diakses oleh para wisatawan lokal.

Ok. Saya kira hanya ini yang dapat saya berikan sementara ini. Semoga bermanfaat bagi perkembangan potensi pariwisata Sulawesi Selatan.

Sumber data:

http://southsulawesitourism.com/lomba-konten-blog-bertema-strategi-pengembangan-dan-promosi-wisata-sulawesi-selatan.html

http://salingsilang.com/baca/perkiraan-jumlah-pengguna-internet-dan-sosial-media-di-2012 Sengkang 07 April 2012