Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Masyarakat sebagai Penanggung Jawab Pendidikan | Tuan Guru

Dilihat dari lingkungan pendidikan, masyarakat disebut lingkungan pendidikan nonformal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan berencana kepada seluruh anggotanya, tetapi tidak sistematis sebagaimana di lingkungan pendidikan formal.

Kalau di lembaga pendidikan formal, pendidiknya adalah guru sekaligus mereka bertindak sebagai penanggung jawab pendidikan bersama pemerintah, maka di dalam masyarakat orang dewasalah yang bertindak sebagai pendidik, dan juga bertanggung jawab terhadap pendewasaan anggotanya melalui sosialisasi lanjutan yang diletakkan dasar-dasar oleh keluarga, dan juga oleh sekolah sebelum mereka masuk ke dalam masyarakat. Dengan demikian yang berasngkutan akan melaksanakan fungsinya sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab kepada diri sendiri dan kepada orang banyak.

Jadi, penanggung jawab pendidikan di masyarakat adalah para pemimpin, baik yang resmi diangkat oleh pemerintah maupun yang tidak. Mereka itu antara lain adalah orang-orang yang memegang jabatan di bidang pe-merintahan mulai dari lurag sampai kepada pemimpin negara. Mereka secara fungsional dan struktural bertanggung jawab terhadap tingkah laku dan penampilan anggota masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya.

Demikian pula, para pemimpin tidak resmi di lingkungan masing-masing terhadap jamaah, suku, marga, atau kelompokknya, mereka ini antara lain ulama, kepala suku, ketua adat, dan tokoh masyarakat diharapkan melakukan pembinaan masing-masing anggotanya dengan penuh keasadaran dan tanggung jawab, baik secara sendiri-sendiri atau secara bersama-sama melalui institusi atau lembaga yang dipimpinnya.

Mereka secara fungsional dan struktural di lingkungan masing-masing bertanggungjawab terhadap perilaku dan tingkah laku warganya. Secara konsepsional, tanggung jawab pendidikan oleh kedua jenis pemimpin yang telah disebutkan antara lain adalah mengawasi, menyalurkan, membina, dan meningkatkan kualitas anggotanya. Dengan demikian, aktivitas masing-masing anggota masyarakat berjalan menurut fungsinya dalam upaya mewujudkan masyarakat yang damai.

Partisipasi masyarakat itu, kemudian dilembagakan dalam bentuk dewan komite pendidikan dan komite sekolah/madrasah. Dewan pendidikan adalah lembaga berdiri yang beranggotakan berbagai unsur masyarakat yang peduli pendidikan.

Mengenai kewajiban dan tanggungjawab yang dilakukan oleh pemimpin tidak resmi dalam masyarakat Indonesia adalah pendidikan agama (Islam) dalam masyarakat, adalah seperti ceramah agama melalui kuliah shubuh, dengan menggunakan berbagai macam media, masjid, majelis ta’lim dan pengajian keluarga.

Dengan kembali mencermati ketiga macam tanggung jawab yang diperankan oleh orang tua, sekolah, dan masyarakat, tampaknya ada kesamaan rasa tanggung jawab yang dipikul oleh ketiga macam lingkungan pendidikan ini. Mereka secara tidak langsung telah mengadakan kerjasama yang erat dalam praktek pendidikan. Kerjasama yang erat dan sekaligus merupakan indikator terwujudnya tanggung jawab, tersebut rampak dari beberapa aspek, yakni ; orangtua anak meletakkan dasar-dasar pendidikan di rumah tangga, terutama pembentukan kepribadian, nilai-nilai luhur moral. Kemudian dilanjutkan dan dikembangkan dengan berbagai materi pendidikan berupa ilmu dan keterampilan yang dilakukan di sekolah. Orang tua anak menilai dan mengawasi hasil didikan sekolah ini dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pendidikan di lingkungan masyarakat ikut pula berperan dan bertanggung jawab mengontrol, menyalurkan, membina serta meningkatkannya.

Bila dianalisis proses pendidikan yang dilakukan oleh ketiga lingkungan pendidikan yang telah disebutkan, maka dapat dirumuskan bahwa tanggung jawab secara mental spiritual dasar-dasar pendidikan diletakkan oleh rumah tangga, dan secara akademik konseptual dikembangkan oleh sekolah sehingga perkembangan diri anak makin terarah. Oleh masyarakat pendidikan, yang dilakukan oleh kedua lembaga pendidikan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepustakaan:
Departemen Agama RI. Memahami Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam Undang-undang Sisdiknas. Jakarta: Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam, 2003
Ihsan, H. Fuad.  Dasar-dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 1995