Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Kedudukan Hindia Belanda Berdasarkan Perjanjian Potsdam | Tuan Guru

Perjanjian Potsdam yang berlangsung dari tanggal 17 Juli – 2 Agustus 1945, dilaksanakan untuk mengalahkan Jepang tanpa syarat. Oleh karena itu dikeluarkanlah ultimatum Potsdam yang orientasinya lebih menegaskan bahwa setelah Jepang menyerah, negara-negara sekutu akan memperoleh kembali negara jajahannya. Dengan kata lain seluruh negara di Asia Tenggara akan dikembalikan kepada negara pemiliknya sesuai status quo sebelum Perang Dunia II.

Menyerahnya Jepang kepada Sekutu 14 Agustus 1945 berarti Jepang harus melepaskan semua daerah jajahannya/pendudukannya. Negara yang tergabung blok Sekutu akan memeroleh daerah jajahannya yang dikuasai sebelum PD II, yakni Inggris atas Malaya, Singapura dan Birma, Amerika atas Pilipina, Perancis atas Indocina serta Belanda atas Hindia Belanda (Indonesia).

Sementara itu jauh sebelum menyerahnya Jepang, pemerintah Belanda sejak April 1944 telah mempersiapkan diri untuk kembali ke Hindia Belanda, hal ini dapat dilihat dengan dilaksanakannya perundingan-perundingan dengan Belanda di satu pihak dan Inggris sebagai wakil Sekutu di pihak lain. Perundingan ini mendapat kesepakatan pada tanggal 24 Agustus 1945 dengan lahirnya Civil Affair Agreement (CAA) yang menjadi landasan kerjasama antara Inggris dan Belanda.

Isi CAA menyangkut pengaturan penyerahan Hindia Belanda dari pihak Inggris yang mewakili Sekutu kepada pemerintah kerajaan Belanda.1)  Olehnya itu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam perjanjian CAA, maka fase pertama panglima tentara Sekutu akan menyelenggarakan operasi militer untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

Mengenai hasil keputusan dalam konferensi Potsdam oleh Muh. Roem diperjelas sebagai berikut:

Bahwa pada saat terakhir perang di Asia, berlangsung suatu perubahan, hal mana semula seluruh Indonesia kecuali Sumatera, termasuk daerah yang akan diduduki tentara Amerika. Namun dalam konferensi Postdam wilayah itu dimasukkan daerah kekuasaan Inggris sebelum diserahkan kembali kepada kekuasaan yang berwenang yakni Belanda.2)

Berdasarkam pernyataan tersebut nampak bahwa Inggris tidak hanya bertanggung jawab atas pendudukan kembali atas Sumatera, tetapi seluruh Indonesia yang semula di bawah naungan South West Pacific Areas Command (SWPAC) yang dipimpin Mac Arthur. Dengan demikian kedudukan Hindia Belanda berdasarkan keputusan dan ketetapan konferensi Potsdam, khususnya dalam pembagian wilayah, Hindia Belanda akan dikembalikan kepada penguasa semula, yakni Belanda.

Daftar Referensi:
1)  G. Moedjanto. 1991. Indonesia Abad ke-20 Jilid I. Yogyakarta: Kanisius, hal.
2)  Muhammad Roem. Bunga Rampai dari Sejarah. Jakarta: Bulan Bintang, hal. 64