Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Intervensi bagi Anak Bermasalah | Tuan Guru

Sering kali prestasi anak tidak dapat dicapai karena masalah yang ada masih terus menghambat. Oleh karena itu, sangat penting artinya sebelum pendidikan dimulai, seorang anak diketahui dahulu berbagai masalah yang mungkin menghambat, kemudian perlu dipertimbangkan masalah mana yang memang memerlukan intervensi dari seorang tenaga ahli atau profesi atau masalah mana yang memerlukan perubahan strategi, baik di rumah maupun di sekolah (Koomen dan Pameijer, 2007). Artinya, tidak semua masalah memerlukan tindakan intervensi dalam bentuk terapi, tetapi agar efisien dan efektif perlu diberikan strategi agar masalah yang muncul tidak terjadi lagi. Misalnya, seorang anak prestasinya rendah akibat kelas terlalu penuh dan berisik (dalam hal itu guru harus mampu mengendalikan kelas), anak tidak dapat konsentrasi karena mudah terangsang dengan suara (beri ia penutup telinga), prestasi menurun karena pelajaran kurang menantang (ubah materi).
Dengan demikian, hal-hal berikut ini harus diperhatikan karena dapat menjadi masalah penghambat, yaitu: 1.   Materi 2.   Kegiatan belajar 3.   Situasi belajar 4.   Pemahaman dan perasaan anak terhadap kompetensi yang dimilikinya 5.   Gaya belajar 6.   Keterampilan beradaptasi dalam mengatasi masalah 7.   Motivasi belajar 8.   Kemampuan bekerja mandiri

9.   Faalangst (rasa takut berbuat salah)

10. Daya konsentrasi

11. Minat ke sekolah (senang atau tidak senang) (Koomen dan Pameijer, 2007).

Mencermati permasalahan tersebut, dapat ditentukan ahli yang harus menanganinya, seperti bagian mana yang ditangani oleh guru dan bagian mana yang perlu dikonsultasikan kepada para ahlinya, yaitu ahli pendidikan. Kemungkinan anak juga mempunyai masalah lain yang memerlukan bantuan dokter.

Intervensi terapi dapat berupa obat-obatan yang diberikan dokter, dapat pula berupa terapi oleh psikolog. Semua intervensi yang diberikan ditujukan untuk kepentingan pendidikan dan pengasuhan di rumah. Di pasaran banyak sekali tawaran terapi untuk memperbaiki perilaku dan kemampuan belajar. Namun, yang perlu diperhatikan adalah memilih terapi yang memang mempunyai dasar penelitian. Artinya, terapi tersebut memang sudah diakui oleh profesinya sebagai terapi yang evidence based practice (EBP). Hal itu dimaksudkan agar terapi yang diberikan akan memberikan hasil yang efektif dan efisien.

Sumber: Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, 2010. Memahami dan Menangani Cerdas Istimewa dengan Berbagai Masalah yang Menghambat Prestasi Akademis. Jakarta: Direktorat PSLB, Dirjen Mendikdasmen, Kemdiknas.