Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Hai, Orang-orang yang Beriman, Bunuhlah Dirimu ! | Tuan Guru

Secara harfiah mati adalah terpisahnya ruh dari tubuh. Secara medis orang divonis meninggal ketika nafas dan pembuluh nadinya terhenti. Sebagai umat beragama kita meyakini bahwa mati adalah proses perjalanan seorang hamba kembali kepada Tuhannya. Dengan demikian mati merupakan pintu gerbang pertemuan hamba dengan Sang Khalik.

Perjumpaan dengan Sang Khalik merupakan cita-cita luhur para salik (penempuh jalan spiritual). Mereka belajar mati, karena dalam kematian itulah mereka menemukan kehidupan yang sesungguhnya. Dalam kematian mereka merasakan kebersamaan dan kebersatuan dengan Sang Pencipta.

Apa yang dimaksud mati atau bunuh diri dalam pengertian spiritual?

Matinya seorang salik adalah ketika panca indera lahiriah dan batiniah sudah dinafikan. Mereka menutup penglihatan, pendengaran, angan-angan, daya khayal, imajinasi dan persepsi, termasuk keinginan, ketakutan, keterpautan terhadap segala sesuatu juga menjadi hijab dalam perjalanan menuju Tuhan.

Dalam bunuh diri (membunuh kedirian atau keakuan) jiwa yang suci akan membumbung ke langit tertinggi memasuki alam kemahabesaran Allah, memasuki wilayah zero mind (titik nol), mencapai derajat la haula wala quwwata illa billah. Dalam kondisi seperti itulah seorang salik akan mengalami transenden dan iluminasi, suatu kondisi ketika seorang hamba lebur dalam kebersatuan dengan Yang Maha Mutlak. Jiwa-jiwa yang kotor yang terbelenggu dalam penjara keduniawian akan tercerahkan dalam bimbingan Yang Maha Memberi Petunjuk. Maka hai orang-orang yang beriman, belajarlah mati sebelum mati!

Dan Sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. dan Sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),

dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka jalan yang lurus. (QS:4:66-68)

——- Tuan Guru ——-