Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Guru Harus Menjadi Sutradara yang Baik | Tuan Guru

Pada suatu kegiatan pembelajaran terjadi tanya jawab seperti ini:

Guru       :    Kapan grup Cherry Belle alias ChiBi didirikan? Siswa     :    27 Februari 2011 Guru       :    Siapa nama istri Pasha Ungu? Siswa     :    Adelia Guru       :    Siapa aktris terbaik peraih academy awards tahun 2011? Siswa     :    Natalie Portman Guru       :    Berapa pahala shalat berjamaah di masjid? Siswa     :    ???????

Banyak guru yang mengeluhkan bahwa siswa sangat pintar ketika menjelaskan cerita sinetron atau film yang mereka tonton di TV, atau ketika dimintai menceriterakan tentang artis idola mereka, namun pada saat disuruh menjelaskan pelajaran yang baru diterima, mereka tidak mampu.

Seperti cuplikan kuis di atas, siswa terlihat sangat menguasai pengetahuan luar yang mereka didapatkan melalui TV, namun kebingungan saat harus menjawab pertanyaan tentang materi yang telah diajarkan. Hal ini tidak harus dimaknai bahwa para murid tidak memerhatikan pelajaran. Tapi seharusnya dimaknai, bahwa guru belum mampu menyajikan proses pembelajaran sebaik stasiun TV menyajikan acaranya. Ketika nonton acara TV, anak-anak mengikuti dengan penuh konsentrasi dan jiwanya terbawa ke alam situasional yang diciptakan sang sutradara. Karena jiwa terlibat dalam aktivitas, maka apa yang mereka saksikan, mereka dengar, dapat direkam dengan baik. Hasilnya, mereka dapat menceriterakan kembali dengan lancar. Kehebatan sang sutradara mengemas acaranya menjadikan pesan ingin mereka sampaikan dapat tercapai.

Apa yang dapat kita petik dari kenyataan ini adalah bahwa guru perlu menciptakan suatu kegiatan belajar mengajar yang melibatkan emosi siswa, menghadirkan jiwa mereka, sehingga apa yang disajikan pada proses pembelajaran dapat bermakana dan diterima baik oleh siswa sebaik mereka mengikuti acara kesayangan di TV. Dengan demikian untuk menjadi guru yang baik, guru harus menjadi sutradara yang baik, mengarahkan peserta didik agar memahami dengan baik perannya dalam proses pembelajaran sehingga menghasilkan action yang optimal. Jika seorang guru mampu menjadi sutradara handal sehingga membangkitkan totalitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar, tentu prestasi belajar siswa akan meningkat secara signifikan.