Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Fungsi Pembelajaran Sejarah | Tuan Guru

Dengan membaca dan mengakrabkan peserta didik dengan fakta-fakta sejarah secara detail, maka pelajaran sejarah menjadi menarik dan dapat memberi pengaruh kepada peserta didik. Menurut Kartodirdjo (1982), pengajaran sejarah dapat juga berfungsi dalam mengembangkan kepribadian peserta didik terutama dalam hal:

  1. Mengembangkan perhatian serta minat kepada sejarah masyarakatnya sebagai suatu kesatuan komunitas. Tentu saja dalam kesatuan komunitas realitas tidak berjalan serasi, selaras dan seimbang begitu saja, melainkan ada ketegangan, konflik dan sebagainya.
  2. Mendapat inspirasi dari cerita sejarah, baik dari kisah-kisah kepahlawanan maupun peristiwa-peristiwa yang merupakan tragedi nasional untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.
  3. Memupuk kebiasaan berpikir secara kontekstual, terutama dalam me-ruang dan mewaktu tanpa menghilangkan hakikat perubahan yang terjadi dalam proses sosio-kultural.
  4. Tidak mungkin terjebak pada opini, karena dalam berpikir lebih kritis dan rasional dengan dukungan fakta.
  5. Menghormati dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Fungsi dan peranan sejarah yang lain: 1.  Sejarah sebagai pengawal luhur budaya bangsa dan penyambung generasi. 2.  Sejarah sebagai pemberi motivasi dan semangat perjuangan. 3.  Sejarah dapat menjernihkan jiwa dan pemikiran manusia. 4.  Sejarah sebagai wadah harmonisasi kehidupan sosial. 5.  Sejarah sebagai alat perencanaan pembangunan. 6.  Sejarah sebagai pendorong kebangkitan nasional.

7.  Sejarah membentuk identitas dan kepribadian nasional.

Sumber:
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 1 24. 2012. Modul Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Ilmu Pengetahuan Sosial. Makassar: Universitas Negeri Makassar.