Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Faktor Ekstern Timbulnya Pergerakan Nasional Indonesia | Tuan Guru

Pengaruh Gerakan Pan Islam
Pan Islamisme dalam pengertian yang luas adalah kesadaran kesatuan umat Islam yang diikat oleh kesamaan agama yang membentuk solidaritas sedunia, sedangkan dalam pengertian khusus adalah gerakan yang bertujuan mempersatukan seluruh umat Islam.1) Gerakan reformasi Islam yang mula-mula berkembang di Timur Tengah ini adalah sebagai reaksi terhadap kolonialisme dan imperialisme Barat yang merajai Asia pada awal abad ke-20. Dua tokoh terkemuka dari gerakan ini adalah Sayid Jamaluddin al-Afgani dan Syekh Muhammad Abduh, kalau Jamaluddin al-Afgani menekankan pada bidang politik, maka Syekh Muhammad Abduh mengutamakan pembaharuan dalam bidang pendidikan menurut alam pikiran modern dengan tujuan membangkitkan semangat umat Islam.
Pengaruh Pan Islam terhadap kebangkitan pergerakan nasional Indonesia diceriterakan oleh Pieter Korver bahwa pada tahun-tahun permulaan abad ke-20, suatu gerakan reformasi Islam yang berpengaruh mulai tumbuh di Indonesia, sebagai suatu bagian yang hakiki dari perjuangan pergerakan nasional kepulauan tersebut pada waktu itu. Diilhami oleh ahli fikir Islam yang berhaluan modern, seperti Muhammad Abduh (1849-1905) dan Jamal Al-din Al-Afghani (1939-1897) di Timur Tengah.2)

Selanjutnya Zaifuddin Zuhri juga menegaskan bahwa pergerakan yang terjadi di Mesir sangat diperhatikan oleh para pemimpin di Indonesia pada permulaan abad ke-20.3) Sebagai bukti pengaruh gerakan Pan Islam terhadap Indonesia adalah munculnya organisasi pergerakan nasional, seperti Al-Jam’iyat Al-Khairiyah (1906) dan Muhammadiyah (1912).4)

Dengan demikian salah satu faktor ekstern yang memengaruhi kebangkitan pergerakan nasional Indonesia adalah gerakan Pan Islam yang diterima oleh jemaah haji dan para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang belajar pada pusaat-pusat pengetahuan di Timur Tengah yang kemudian memasukkan dan menyebarkan pengaruh gerakan tersebut di Indonesia.

Pengaruh Kemenangan Jepang atas Rusia (1905)
Perang Rusia-Jepang (1904-1905) berakhir dengan kemenangan Jepang ketika pasukan Jepang berhasil mengusir tentara Rusia di Manchuria dan menghancurkan armada Baltik Rusia di laut Jepang. Sekalipun menuntut korban jiwa yang sangat besar dalam suatu pertempuran di darat ketika merebut Port Arthur, maupun dalam pertempuran laut di Tsushima, telah memperkuat kepercayaan Jepang bahwa mereka mampu mengalahkan salah satu bangsa Eropa yang selama itu dianggap mustahil dikalahkan oleh bangsa kulit berwarna.

Kemenangan itu juga membangkitkan semangat bangsa Asia dan mengingkari indoktrinasi yang ditanamkan oleh bangsa Barat selama itu bahwa hanya bangsa Eropalah yang serba bisa. Bangsa Asia sudah ditakdirkan untuk menjadi jajahan bangsa Eropa. Kemenangan Jepang atas Rusia telah membangunkan bangsa Asia, termasuk Indonesia, dari tidurnya yang telah berabad-abad lamanya.5) Hal ini terlihat dengan semakin meningkatnya perjuangan bangsa Asia melawan kolonialisme Barat sesudah tahun 1905.

Pengaruh Pergerakan Nasional Bangsa-bangsa di Asia
Pergerakan nasional Indonesia merupakan bagian dari pergerakan umum bangsa-bangsa Asia menentang imperialisme Barat pada abad ke-20. Sebelum kebangkitan nasional Indonesia, beberapa bangsa di Asia telah membentuk pergerakan nasional dalam usaha melepaskan diri dari belenggu penjajahan.

Tanda-tanda pertama kebangkitan kesadaran nasional mulai terlihat di Jawa dengan berdirinya berbagai organisasi pergerakan nasional yang pertama. Tak dapat disangkal bahwa pengaruh-pengaruh dari luar berperan dalam mempercepat proses kebangkitan tersebut. Gerakan Turki Muda, revolusi Cina, dan gerakan nasional di negara-negara tetangga, seperti India dan Filipina, memberi pengaruh besar terhadap perkembangan nasionalisme tersebut, memperbesar kesadaran nasional dan menyebabkan bangsa Indonesia memiliki rasa harga dirinya kembali.

Daftar Referensi:
1)  B. Setiawan dkk. 1990. Ensiklopedia Nasional Indonesia, Jilid 12. Jakarta: Cipta Adipusaka,      hal. 82

2)  Pieter Korver, “Gerakan Islam” dalam Peter Carey dan Colin Wild (ed.).1986. Gelora Api 

     Revolusi. Jakarta: Gramedia, hal. 20
3)  Saifuddin Zuhri. 1981. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia.      Bandung: Al-Ma’arif, hal. 585 4)  Pieter Korver, loc.cit.

5)  Muhammad Sidky Daeng Materu, S.H. 1985. Sejarah Pergerakan Nasional Bangsa Indonesia.

     Jakarta: Gunung Agung, hal. 10 Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Wayang Kulit Sebagai Media Penyebaran Islam
•  Pengaruh Pan Islamisme Terhadap Pergerakan Nasional Indonesia
•  Pan Islamisme
•  Peranan Falatehan dalam Penyebaran Islam di Jawa Barat
•  Perlawanan Islam terhadap Kolonialisme Belanda
•  Terbentuknya Kolonialisme Belanda di Indonesia
•  Pengertian Humanisme
•  Pengertian Sejarah
•  Awal Perkembangan Islam di Cina
•  Korte Verklaring (Perjanjian Pendek)
•  Peranan Pemuda dalam Sejarah Perjuangan Bangsa
•  Asas dan Bentuk Perjuangan Organisasi Perhimpunan Indonesia
•  Pengaruh Sumpah Pemuda terhadap Pergerakan Nasional Indonesia
•  Sejarah Singkat Sumpah Pemuda
•  Proses Terbentuknya PPKI
•  Pengertian Renaissance
•  Proses Rasionalisasi dan Reorganisasi Angkatan Perang RI
•  Latar Belakang Rasionalisasi dan Reorganisasi Angkatan Perang RI
•  Akibat Praktek Kolonial Daendels dan Raffles
•  Praktek Kolonial Daendels dan Raffles