Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Ayo, Belajar dari Burung ! | Tuan Guru

“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman” (An Nahl: 79)

Sejauh manapun burung terbang, pasti ingat kembali ke sarang (semua makhluk akan kembali ke asalnya).

Burung membuat sarangnya sendiri, tidak mengambil sarang burung lainnya.

Burung adalah penyampai pesan yang amanah.

Burung selalu yakin dengan rezki yang disediakan oleh Allah untuknya.

Karena yakin akan rezki Allah, burung tidak mengambil & menyimpan makanan berlebihan.

Burung yang kicauannya merdu dipelihara, diberi makan & minum oleh Tuannya. Bahkan diberi sebelum habis makanan & minumannya.

Burung yang malas berkicau jadi penghuni hutan.

Meskipun tinggal di tempat yang tinggi, burung tdk lupa daratan.

Seharusnya sifat-sifat manusia lebih mulia dari burung.

Ada banyak tanda-tanda alam yang diciptakan untuk menjadi pelajaran bagi manusia, sebagaimana firman-Nya:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” (Al Baqarah: 164)