Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Alasan RI Menerima Persetujuan Linggarjati | Tuan Guru

Sebelum membahas mengenai alasan RI menerima persetujuan Linggarjati, terlebih dahulu dibicarakan mengenai isi persetujuan Linggarjati. Persetujuan tersebut berisi 17 pasal yang pada pokoknya sebagai berikut:

  1. Pemerintah Belanda mengakui pemerintah RI de facto atas Jawa, Madura, dan Sumatera. Daerah-daerah yang de facto diduduki Belanda dengan berangsur-angsur akan dimasukkan ke daerah RI selambat-lambatnya tanggal 1-1-1949.
  2. Pemerintah RI dan pemerintah Belanda akan bekerja sama untuk membentuk Negara Indonesia Serikat. Negara Indonesia Serikat akan terdiri dari: RI, Kalimantan, dan Timur Besar. Pembentukannya supaya sebelum 1-1-1949.
  3. Pemerintah Belanda dan pemerintah RI akan bekerja sama untuk membentuk Uni Nederland-Indonesia dengan Raja Belanda sebagai kepala Uni.1)

Persetujuan Linggarjati yang telah diparaf pada tanggal 15 November 1945 oleh ketua delegasi masing-masing itu, memberikan pengharapan yang besar bagi rakyat Indonesia, karena waktu itu pihak Indonesia benar-benar mengira bahwa perdamaian betul tercapai, oleh sebab itu mereka berusaha untuk menerima dan melaksanakan hasil yang telah dicapai lewat persetujuan Linggarjati.

Pada pokoknya persetujuan Linggarjati merupakan pengakuan de facto RI oleh Belanda atas Jawa, Madura dan Sumatera, dengan demikian bahwa RI telah diakui sebagai satu negara merdeka dan berdaulat sederajat dengan kerajaan Belanda dan negara-negara merdeka yang lain.

Persetujuan Linggarjati ini hanya bersifat sementara karena mengingat tujuan perjuangan bangsa Indonesia bukan sampai di situ, tetapi wilayah RI harus meliputi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda, oleh karena itu maka perjuangan bangsa Indonesia harus bertahap, dan apa yang telah dicapai dengan Linggarjati merupakan satu tahap yang telah dicapai oleh pemerintah RI.

Dengan persetujuan Linggarjati berarti Indonesia harus melepaskan daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Irian Jaya. Tetapi yang terpenting dengan tercapainya Persertujuan Linggarjati, maka kedudukan RI terangkat, karena secara yuridis eksistensinya diakui dunia internasional. Dengan demikian mengalirlah pengakuan dari negara-negara lain atas RI sebagai negara merdeka dan berdaulat.

Persetujuan Linggarjati menyebabkan terjadinya pro dan kontra, baik di kalangan bangsa Indonesia maupun di pihak Belanda. Di kalangan partai-partai politik dan militer pun tidak luput dari adanya sikap pro dan kontra tersebut.

Partai politik yang pro beralasan bahwa dengan menerima persetujuan Lianggarjati adalah suatu syarat perjuangan untuk memperoleh dasar perjuangan baru dalam menyelesaikan revolusi nasional, bila dikaitkan dengan situasi politik di luar dan dalam negeri. Sedangkan partai poltik yang kontra beralasan bahwa pihak kita bersama rakyat masih cukup kuat dan mampu menghadapi Belanda. Mereka menginginkan kemerdekaan  100%, sehingga merasa tidak puas dengan apa yang dicapai dalam persetujuan Linggarjati.

Adapun alasan pemerintah RI menerima persetujuan Linggarjati adalah sebagai berikut:

  1. Keyakinan bahwa bagaimanapun juga jalan damai untuk mencapai tujuan adalah paling baik dan aman bagi Indonesia karena kelemahannya di bidang militer. Karena itu tercapinya tujuan perjuangan tergantung kepada kepandaian bangsa Indonesia di dalam berdiplomasi. Cara damai akan mendatangkan simpati dan dukungan Internasional yang pasti dan harus diperhitungkan oleh lawan
  2. Sehubungan dengan kelemahan militer Indonesia, maka adanya perjanjian memungkinkan pihak Indonesia untuk memperoleh kesempatan yang baik guna mengadakan tindakan konsolidasi militer.2)

Demikian pula yang dikemukakan oleh Hamid Algadri bahwa Belanda akan menggunakan tafsirannya sendiri dalam pelaksanaan perjanjian Linggarjati. Seandainya Belanda akan melanggarnya dan menyerbu ke pedalaman, RI sebagai negara baru yang sudah memperoleh pengakuan internasional akan mudah menarik campur tangan dari PBB. Dan perhitungan ini akhirnya terbukti.3)

Pada tanggal 4 Desember 1946 wakil presiden dalam membela Linggarjati berkata sebagai berikut:

…jika naskah tadi kita terima, maka hasilnya lebih besar daripada ruginya. Untungnya ialah bahwa kita mendapat Adempauze untuk menyusun kekuasaan kita dalam suasana damai.
Dengan menerima ini pula de facto Republik kita diakui. Dengan adanya Adempauze itu kita dapat berhubungan dengan luar negeri, mengadakan Verdrag dengan negeri lain dalam dunia ekonomi, yang dewasa ini sangat kita butuhkan untuk menembus blokade ekonomi yang diadakan oleh Belanda terhadap kita, kita dapat mengirimkan duta ke luar negeri. Pendek kata, kita dapat menyusun memperkuat kedudukan kita dalam masa yang damai. Dan jika kita mempunyai Zelfvertrouwen, percaya pada diri sendiri, tidak mungkin rakyat yang berjumlah 70 juta kalah dengan rakyat yang hanya 8 juta jumlahnya… Jika kita menolak, mungkin di Indonesia akan timbul peperangan dan World Opinion pun akan menentang kita. Kalau soal Indonesia ini dengan tolakan kita dimajukan ke UNO mungkin hasil yang kita dapat nanti lebih kecil dari sekarang.4)

Baik pihak Indonesia maupun Belanda kesulitan untuk mendapatkan ratifikasi dari parlemen disebabkan adanya sikap pro dan kontra dari anggora parlemen atas naskah persetujuan Linggarjati. Tapi akhirnya Linggarjati dapat juga diratifikasi oleh parlemen kedua belah pihak.

Daftar Referensi:
1)  Drs. Nyoman Dekker, S.H. 1975. Sejarah Revolusi Nasional atau Perang Kemerdekaan      (1945-1949). Lembaga Penerbitan Almamater YPTP IKIP Malang, hal. 47

2)  Drs. G. Moedjanto, M.A. 1988. Indonesia Abad ke-20 Jilid I. Yogyakarta: Kanisius, hal. 183

3)  Hamid Algadri. 1991. Suka Duka Masa Revolusi. Jakarta: Universitas Indonesia, hal. 10
4)  Dr. A.H. Nasution. 1978. Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia Jilid IV, Disjarah-AD,
     Angkasa Bandung, hal. 225-226 Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Faktor Ekstern Timbulnya Pergerakan Nasional Indonesia
•  Faktor Intern Timbulnya Pergerakan Nasional Indonesia
•  Politik Luar Negeri Jepang Setelah Kegagalan Ekspansinya ke Cina
•  Ekspansi Jepang Ke Cina
•  Latar Belakang Imperialisme Jepang
•  Metodologi Penelitian Sejarah
•  Sejarah Terbentuknya Angkatan Perang Republik Indonesia
•  Aktivitas Politik Tan Malaka Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
•  Biografi Singkat Tan Malaka
•  Teori Masuknya Kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia
•  November Belofte (1918)
•  Wayang Kulit Sebagai Media Penyebaran Islam
•  Pengaruh Pan Islamisme Terhadap Pergerakan Nasional Indonesia
•  Pan Islamisme
•  Peranan Falatehan dalam Penyebaran Islam di Jawa Barat
•  Perlawanan Islam terhadap Kolonialisme Belanda
•  Terbentuknya Kolonialisme Belanda di Indonesia
•  Pergeseran Kekuasaan dari Majapahit ke Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa (abad ke-16)
•  Keruntuhan Majapahit
•  Perkembangan Majapahit
•  Reinterpretasi Peristiwa Korban 40.000 Jiwa di Sulawesi Selatan