Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Akibat Perang Dunia I | Tuan Guru

Perang Dunia I (1914-1918) berakhir dengan kemenangan di pihak Sekutu setelah perang berlangsung selama 4 tahun. Kemenangan pihak Sekutu didukung oleh bertambahnya kekuatan Sekutu dengan masuknya Amerika Serikat. Alat-alat persenjataan dan perlengkapan militer mengalir dari Amerika Serikat kepada Sekutu di Eropa. Akibatnya Jerman tidak sanggup lagi menghadapi tentara Sekutu. Pertahanan Jerman dapat dipatahkan dan pada tanggal 1 Nopember 1918 Jerman menyerah kepada Sekutu. Sebelumnya sekutu Jerman, yaitu Turki dan Austria menyerah kepada Blok Sekutu.

Akibat Perang Dunia I dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Timbulnya negara-negara baru, seperti Polandia, Finlandia, Cekoslowakia, Jugoslavia, Hongaria, Mesir, Arabia, Irak, Syria, Libanon, Transjordania. Semua jajahan Jerman diambil oleh Inggris, Perancis, Jepang.
  2. Muncul paham-paham politik, seperti Fascisme, Nasionalisme-Sosialisme Jerman, Sosialisme Turki, dan Diktator Proletariat Rusia.
  3. Egoisme ekonomi pada pihak pemenang, dalam arti negara-negara pemenang berebut dalam tuntutan kerugian perang. Jerman tidak sanggup membayar karena tuntutan kerugian perang terlalu besar (132 milyar mark emas), sementara daerah batu bara Jerman diduduki Perancis, kapal dagang Jerman seluruhnya disita oleh Inggris. diputuskan bahwa Perancis akan menerima 52%, Inggris 22%, Italia 10%, Belgia 8%, dan anggota Sekutu lainnya 8%.
  4. Jerman menjadi negara demokrasi.
  5. Angkatan perang Jeman harus dikurangi. Angkatan Daratnya hanya boleh sebanyak 100.000 orang. Angkatan Lautnya harus dibatasi, dan Jerman tidak diperbolehkan memiliki bentent-benteng di Laut Baltik.
  6. Tenggelamnya 4 kerajaan besar, yaitu Jerman, Rusia, Austria, dan Hongaria.
  7. Kekacauan ekonomi. Depresi ekonomi pada tahun 1923, 1929 dan tahun 1930.
  8. Amerika Serikat menjadi negara kreditur bagi dunia.
  9. Gerakan buruh meningkat dan Undang-Undang Sosial dikeluarkan oleh beberapa negara.
  10. Emansipasi wanita menjadi kuat karena banyaknya tenaga-tenaga wanita dipakai di garis depan. Pengalaman-pengalaman tersebut memperkokoh perasaan sama antara wanita dengan pria.
  11. Kesengsaraan, kemusnahan, kekacauan. Tidak kurang dari 8.000.000 orang yang luka dan tewas dalam pertempuran.
  12. Tumbuh keinginan menciptakan perdamaian.
  13. Berdirinya Liga Bangsa-Bangsa (LBB).