Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu
sanai-2

Ajaran Guru Sufi; Sana'i | Tuan Guru

sanai-2

Sana’i dilahirkan di Ghazna dan terikat dengan kerajaan Bahram Shah. Dia mempelajari secara luas dan menyeluruh tentang sufisme, dan menjadi salah satu penyair mistis terbesar di Persia. Tentang dirinya, Jalaluddin Rumi, pujangga sufi yang lebih besar, menuliskan :

Atthar adalah ruh dan Sana’i kedua matanya, Kami mengejar Sana’i dan ‘Atthar.

Ketika masih sangat muda, Sana’i mengasingkan diri dari dunia dan menjalankan kehidupan religius. Dia menulis puisi cukup banyak, di antaranya yang paling terkenal adalah Hadiqah al-Haqiqah (Taman Kebenaran).

Adalah tidak mungkin mengulas seluruh ajaran dan pencapaian jalan ruhani Sana’i, maka dalam tulisan ini hanya diketengahkan beberapa pesan mistisnya yang mungkin hanya secuil dari keluasan dan kedalaman pengetahuan spiritual beliau.

Tuhan adalah Wujud-Nya sendiri, yang tidak terdiri dari apa-apa kecuali diri-Nya. Dia satu-satunya Wujud Sejati, semua keberadaan ada hanya dalam pencitraan dan kembali ke keberadaan-Nya. Dia adalah Pemahat bentuk-bentuk dan Dia juga melihat citraan-citraan kalbu terdalam kita. Dialah Pencipta keberadaan dan ketiadaan. Dia adalah sumber semua ciptaan, dan kepada-Nya semua akan kembali. Semua berasal dari Dia dan akan kembali kepada-Nya. Semua adalah milik-Nya, semua mencari-Nya, cahaya bergerak menuju cahaya, karena bagaimana cahaya bisa terpisahkan dari Matahari? Tak ada pikiran yang dapat menandingi pikiran Tuhan Yang Mutlak, akal dan jiwa tak mampu mengetahui Kesempurnaan-Nya, pikiran silau oleh Kebesaran-Nya, mata jiwa terbutakan oleh Keindahan-Nya yang sempurna. Pencitraan tidak mampu menjelmakan keagungan Dzat-Nya, pemahaman tak mampu menerjemahkan Hakiki-Nya dan bentuk Wujud-Nya.

Kemana pun kau akan mendaki, biarkan ia menuruti Ruh Ilahi dalam dirimu. Lepaskan kesombonganmu agar kau temukan pintu masuk ke Kerajaan Tuhan, karena rumah besar keabadian itu dipersiapkan untukmu dan dunia sementara ini bukanlah rumah sejatimu. Lepaskan diri dari belenggu yang telah membuat dirimu terkekang. Kau akan terbebas ketika engkau telah membersihkan diri dari belenggu-belenggu duniawi. Apapun yang meningkatkan kecerahan kalbumu, makin mendekatkan perwujudan Tuhan kepadamu.

Kepada para pecinta di Jalan Jiwa, tak ada keagungan lahiriah yang menandingi api rahasia di dalam jiwa. Dia yang jiwanya kembara untuk Sang Jalan, tidak akan tertinggal di belakang tempat persinggahan. Di dunia itu, di mana cinta mengungkapkan rahasianya, “kau” tidak ada lagi dan akal tak lagi berlanjut, pecinta-pecinta berdampingan sendiri dekat kehadiran Sang Kekasih. Bagi mereka semuanya adalah hampa, kecuali Dia semata.

Wahai kau mencintai Keindahan Kehadiran Yang Tak Kasat Mata, sebelum kau berupaya merenungkan Wajah-Nya, kau tak akan pernah meneguk cairan kebersamaan dengan-Nya, tidak pula mengecap kesenangan percakapan rahasia dengan-Nya. Ketika Dia membawamu ke Kerajaan-Nya, jangan meminta apa-apa kepada-Nya kecuali Diri-Nya. Ketika Dia memilihmu sebagai pecinta-Nya, matamu telah menyaksikan semuanya, dunia cinta tak memiliki dualitas. Maka melalui Tuhan kau akan melihat Tuhan.