Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu
al-hallaj

Ajaran Guru Sufi; Mansur al-Hallaj | Tuan Guru

al-hallaj

Al-Hallaj adalah seorang kelahiran Persia. Karena dia dapat membaca pikiran manusia, maka disebut Hallaj al-Asrar (Penyusun Kesadaran). Dia pergi ke Baghdad dan di sana, setelah dipenjara lama karena dituduh mengkhutbahkan doktrin-doktrin bid’ah, dia menjalani hukuman mati yang tragis. Berikut ungkapan-ungkapan spiritualnya yang menggambarkan pencapaian ma’rifat Al-Hallaj:

Karena apa yang telah aku temukan dalam kelembutan yang mengalir dari cinta-Mu dan wewangian kedekatan-Mu, aku merasa jijik dengan gunung yang kuat dan bumi serta langit. Jika Engkau hendak menjual surga-Mu kepadaku untuk waktu sesaatku bersama-Mu, atau untuk sesaat setidaknya dalam medan ma’rifatku, aku tidak akan membelinya.

Jika Engkau menempatkan di depanku api neraka, dengan semua kandungan siksa, aku akan memikirkan sedikit tentangnya dibanding keadaanku ketika Engkau sembunyi dariku. Ampunilah orang-orang itu dan jangan ampuni aku, dan berkahilah mereka dan jangan berkahi aku. Aku tidak meminta ampunan kepada-Mu untuk diriku sendiri maupun memohon kepada-Mu untuk kebutuhanku sendiri. Lakukan apapun yang Engkau kehendaki terhadapku.

Sufi adalah orang yang bertujuan, sejak awal, untuk meraih Tuhan, Sang Kebenaran Mutlak. Sebelum dia menemukan apa yang dicarinya, dia tidak akan beristirahat, ataupun memberikan perhatian kepada orang lain. Karena demi Engkau aku menjelajah daratan dan lautan: di atas tanah yang aku lewati dan gunung yang aku daki dan dari segala yang aku temui, aku berpaling muka, sampai waktunya tiba ketika aku meraih tempat itu di mana aku menyendiri bersama-Mu.
Aku adalah Dia yang aku cintai dan Dia yang aku cintai adalah Aku, Kami adalah dua ruh yang berkelindan dalam satu jasad Ketika kau melihatku, kau melihat-Nya Dan ketika kau melihat-Nya,

maka sesungguhnya kau melihat Kami berdua.