Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Ajaran Guru Sufi; Ahmad bin Muhammad Abu al-Husain An-Nuri | Tuan Guru

An-Nuri adalah zahid (asketik) besar dan guru sufi di Baghdad. Dia menyandang nama “Nuri” karena dengan cahaya (nur) intuisi dia mampu menafsirkan misteri-misteri dan membaca pikiran murid-muridnya. Berikut penjelasannya tentang sufisme:

Sufisme adalah kebencian kepada dunia ini dan persahabatan dengan Tuhan: siapa yang menyembah Tuhan berada dalam perenungan-Nya.

Ketika pikiran lemah, ia hanya dapat memikirkan apa yang lemah seperti dirinya. Ketika Tuhan menciptakan akan, Dia berkata kepada akal itu, “Siapakah Aku?” dan ia terdiam. Kemudian Dia pancarkan cahaya Manunggal (wahdaniyyah)-Nya dan akal berkata, “Engkau adalah Tuhan.” Akal tidak bisa mengenal Tuhan kecuali atas kehendak Tuhan. Siapa yang tidak mengenal Tuhan di duniaini tidak akan mengenal-Nya di dunia esok.

Ekstase mistis adalah sebuah nyala yang berkobar dalam kalbu karena kerinduan kepada Sang Kekasih dan apakah ia muncul dari keriangan atau kedukaan ia selalu memunculkan ingatan kepada-Nya. Cinta adalah terkoyaknya selubung dan tersingkapnya apa yang tersembunyi dari mata manusia. Suatu hari aku memandang Cahaya dan aku tidak berhenti menatapnya sampai aku menjadi Cahaya itu.