Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Ajaran Guru Sufi; Abu Bakar al-Kalabadzi | Tuan Guru

Tidak banyak yang diketahui tentang al-Kalabadzi, kecuali karyanya, tetapi Bukhara nampaknya telah merupakan tempat asalnya dan dia dimakamkan di sana. Dia menulis Kitab at-Ta’arruf li Madzhab ahlit-Tashawwuf (Mengenal Aliran Para Sufi) yang diterima sebagai buku teks yang otoritatif tentang doktrin sufi. Dari karyanya dapat dikenal ajarannya tentang sufisme:

Makna sesungguhnya dari pelepasan (tajrid) adalah dipisahkan secara lahiriah dari semua kepemilikan dan batiniah dari apa yang tidak nyata. Pelepasan adalah untuk tidak mengambil apa-apa dari apa yang menjadi kepemilikan dunia ini, ataupun mencari apapun sebagai imbalan untuk kefanaan yang telah ditinggalkan, bahkan kekekalan itu sendiri. Pelepasan itu dilakukan demi Satu Tuhan Sejati, bukan karena alasan atau sebab kecuali Dia semata. Ini berarti bahwa kalbu manusia hendaknya terlepas dari pertimbangan tentang tahapan dan keadaan yang berbeda-beda, di mana seseorang tetap tak bergeming sepanjang waktu dan hendaknya tidak merasakan kepuasan dengan mereka ataupun menginginkan mereka. Siapa yang mematahkan belenggu kerudung-diri, dengan melepaskan diri dari keakuan, adalah orang yang terpilih untuk mendekati Tuhan dan dia menjadi menyendiri bersama Hakikat Tunggal.

Cinta memiliki dua sifat, cinta yang hening, yang ditemukan di antara kaum pilihan dan kaum awam, dan cinta yang terpesona, yang hanya ditemukan di antara kaum pilihan. Ini adalah jalan yang mengarah langsung kepada Tuhan: di sana tidak ditemukan penampakan diri atau penampakan duniawi, maupun penampakan maksud-maksud atau keadaan-keadaan, melainkan si pecinta khusyuk dalam Penglihatan Tuhan dan apa yang berasal dari-Nya.

Makna kesatuan (ittshal) adalah bahwa kalbu hendaknya terpisah dari semua kecuali Tuhan dan hendaknya tidak mengagungkan siapa pun kecuali Dia dan tidak mendengarkan siapa pun kecuali Dia. Ini artinya kelekatan kalbu dengan keadaan di mana ia terpenjara oleh keagungan Yang Mahaesa sampai akhirnya melepaskan semua yang lain.