Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu
abdulqadirjailani

Ajaran Guru Sufi; Abdul Qadir Jaelani | Tuan Guru

abdulqadirjailani Abdul Qadir Jaelani lahir pada tanggal 1 Ramadhan tahun 471 H/ 1077 M. di sebuah desa bernama Jailan Thabaristan. Abdul Qadir Jaelani dianggap sebagai wali pelindung di Baghdad, pendiri tarekat Qadiriyyah. Dia belajar sufisme di Baghdad dan menghabiskan tahun-tahun panjangnya dalam asketisme dan disiplin diri, sampai dia mencapai pengalaman mistis dan kehidupan para wali. Di telah menghasilkan banyak karya tulisan. Beliau menjelaskan:

Ada dua kelas untuk orang-orang beriman sejati. Pertama, mereka yang mencari seorang tuan di jalan menuju Kebesaran Tuhan, yang bisa berfungsi sebagai perantara antara mereka dan Tuhan, sehingga mereka tidak menerima sebagai bukti jalan yang benar, segala sesuatu di mana mereka tidak melihat jejak kaki Nabi di hadapan mereka. Kelas kedua, adalah mereka yang ketika mereka berkeinginan melintasi jalan yang benar tidak melihat di depan mereka jejak kaki siapapun dari makhluk Tuhan, karena mereka telah membuang semua pemikiran tentang apa yang telah diciptakan-Nya dari kalbu mereka dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan semata.

Maka, matikan dirimu dari makhluk-makhluk, atas izin Tuhan, dan dari hawa nafsu, atas perintah-Nya, dan kau akan layak menjadi tempat tinggal pengetahuan Tuhan. Tanda kematian dari makhluk-makhluk adalah bahwa kau melepaskan dirimu dari mereka dan tidak mencari apapun demi mereka. Tanda bahwa kau telah mematikan hawa nafsu adalah kau tidak memikirkan dirimu sendiri, karena kau telah menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Tanda bahwa kehendakmu telah muncul dalam Kehendak Ilahi adalah bahwa kau tidak mengejar apa-apa dari dirimu untuk dirimu sendiri. Kehendak Tuhan sedang bekerja di dalam dirimu. Pasrahkan diri ke dalam rengkuhan Tuhan, seperti bola jasad yang mati di kedua tangan orang yang memandikannya, atau seperti anak kecil di belahan dada ibunya.