Tuan Guru
Menghidupkan Kembali Sosok Tuan Guru Yang Ditiru dan Digugu

Ajaran Guru Sufi; Abdul Jabbar bin al-Husain an-Niffari | Tuan Guru

An-Niffari kemungkinan berasal dari Iraq dan tampaknya telah menghabiskan sebagian hidupnya sebagai seorang darwis pengembara. Dia dikenal sebagai seorang sufi dan guru besar di jalan mistik. An-Niffari meninggal di Mesir. Karya-karya yang terkenal adalah Kitab al-Mawaqif (Persingahan-persingahan) dan al-Mukhathabat (Alamat). Ujaran-ujaran spiritual An-Niffari:

Tuhan berkata kepadaku, “Tanyakan kepada-Ku dan katakan, ‘Duhai Tuhan, berapa lama aku harus berpegang teguh kepada-Mu, agar ketika hari pembalasan tiba, Engkau tidak menghukumku dengan hukuman-Mu, dan Engkau tidak akan berpaling dariku?’ Dan Aku akan berkata kepadamu, ‘Berpegang teguhlah pada hukum agama (sunnah) dalam pengetahuan dan tindakan, dan berpegang teguhlah juga engkau pada ilmu yang telah Aku berikan kepadamu di kedalaman kalbumu, dan ketahuilah bahwa ketika Aku menjadikan diri-Ku terlihat olehmu, Aku tidak akan menerima darimu apa-apa dari hukum agama kecuali apa yang datang kepadamu dari Penjelmaan-Ku yang terlihat untukmu,karena kepada kaulah Aku telah berbicara. Kau telah mendengarkan-Ku, kau mengetahui bahwa kau mendengar-Ku dan kau memahami bahwa semua benda berasal dari-Ku.”

Ketika Aku telah menyatukan sifatmu dan kalbumu tidak dengan apa-apa kecuali Penglihatan akan Diri-Ku, apa yang harus kau katakan dalam permohonan-permohonanmu? Akankah kau meminta Aku mengangkat selubung itu? Aku telah melepaskannya. Atau akankah kau meminta Aku menyelubungi Diri-Ku sendiri? Lantas dengan siapa kau akan meneruskan perjalanmu?

Dan Dia berkata kepadaku, “Ketika kau telah melihat Aku, yang tersisa hanya dua permintaan. Kau dapat meminta-Ku dalam Ketidakadaan-Ku untuk menjagamu dalam perenungan-Ku, dan kau dapat meminta-Ku, ketika kau memiliki Penglihatan-Ku, sehingga kau bisa mengatakan satu hal, ‘Jadilah’ maka ia akan menjadi.”

Bukankah penyingkapan selubung ada dalam sikap ini, bahwa kau hendaknya membebaskan dirimu dari semua benda dan pengetahuan tentang mereka dan bahwa kau hendaknya memandang-Ku melalui cara di mana Aku telah tampakkan Diri-Ku kepadamu, dan tak sesuatupun yang memusuhi kita akan mengganggumu dan tak ada teman akrab yang akan menjagamu demi tujuannya sendiri, sementara Aku memberimu penglihatan akan Diri-Ku dan membuat Diri-Ku terlihat olehmu, meskipun ini hanya terjadi sekali dalam seumur hidupmu, yang mempersaksikan kepadamu persahatan-Ku? Karena kau telah melepaskan semua benda demi apa yang telah Aku ungkapkan kepadamu, sehingga kau adalah Milik-Ku dan tak sesuatupun memisahkan kau dari-Ku, dan kau berpegang erat-erat dengan-Ku semata (karena apa yang berpegangan denganmu tidak dengan-Ku), dan ini adalah gambaran orang-orang yang menjadi sahabat-sahabat-Ku, para wali, jadi ketahuilah bahwa kau adalah salah satu dari mereka.

Keabadian melagukan pujian kepada-Ku dan ia adalah salah satu sifat-Ku yang wajib melakukan itu, dan telah Aku ciptakan dari pujiannya malam dan siang dan telah Aku buat keduanya dalam selubung-selubung yang merentang mengelilingi mata dan pikiran manusia, dan mengelilingi benak dan kalbu mereka. Malam dan siang adalah dua selubung yang saling merentangi semua yang telah Aku ciptakan, tetapi karena Aku telah memilihmu untuk Diri-Ku, telah Aku angkat kedua selubung itu agar kau bisa melihat-Ku dan kau telah melihat-Ku, karenanya berdirilah di hadapan-Ku dan teruslah dalam Penglihatan-Ku, karena kalau tidak kau akan terpisah oleh segala sesuatu yang mungkin saja mengalihkanmu. Jadi berdirilah tegak dan serahkan hanya kepada-Ku semua yang pernah Aku wujudkan untukmu.